Website Iklan Tayang Selamanya
Promo spesial hari ini posting iklan di situs web Iklan Nusa Tenggara Timur murah sekali
setidaknya satu iklan Anda harus ada di Iklan Nusa Tenggara Timur unikbaca.com ini, agar
pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting di Iklan Nusa Tenggara Timur murah
🎁 Hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web! DISKON!

Tampilkan postingan dengan label Info Palestina. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Tak Ada Masa Depan bagi Zionis di Palestina

PM Palestina Ismail Haniyah meluncurkan perkemahan “Jabal Audah” (Bukit Kembali) di barat Gaza yang dilaksanakan oleh gerakan Hamas.

Dalam sambutannya Haniyah menegaskan, tidak ada masa depan bagi entitas Zionis di atas tanah Palestina.

Saat menerima kunci rumah salah seorang pengungsi, Haniyah mengatakan, “Kunci ini menceritakan bangsa yang terusir dari tanahnya. Yang mengalami bidikan terbesar internasional oleh tangan-tangan geng Zionis. Namun kunci ini menceritakan semangat juang rakyat Palestina dan kegigihannya untuk kembali dan kegigihannya mempertahankan warisan yang belum dan tidak akan hilang.” ungkapnya

“Ribuan pemuda dan tunas muda yang ikut dalam perkemahan ini menegaskan bahwa kemenangan dan kemuliaan milik bangsa Palestina.” tegasnya lebih lanjut
Dia menegaskan tidak akan melepaskan dan mengabaikan tanah Palestina.

“Bukit ini adalah bukit kemenangan dan pembebasan.” ungkapnya

Haniyah mengingatkan bahwa jumlah besar peserta perkemahan di Jalur Gaza ini bukti kekuatan dan keefektifannya. Dia menyampaikan penghormatan kepada Hamas dan jamaah Ikhwanul Muslimin yang sejak berdiri telah melakukan inovasi perkemahan seperti ini, dalam rangka menyiapkan generasi muslim yang kuat.

Perkemahan kali ini akan diikuti oleh sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di 700 perkemahan dan dibimbing oleh 2000 instruktur dan pelatih. [ifp/asw/im]
thumbnail

Popularitas ‘Israel’ di Mata Dunia Terjun Bebas

Dr. Adil Shifati

Stasiun televisi BBC pekan lalu melansir hasil jajak pendapat tahunan soal popularitas 25 negara di dunia yang dipengaruhi oleh tindakan dan politiknya di kancah dunia internasional dan bagaimana dunia menilainya.

Untuk ke sekian kalinya, Israel muncul sebagai salah satu negara yang paling jelek popularitasnya kalah jauh dengan Korea Utara, Pakistan dan Iran. Sementara Jerman menduduki peringatan satu sebagai negara paling populer dunia karena dianggap paling menyumbangkan berbagai macam prestasi bagi dunia.

Sementara ‘Israel’, ia dinilai positif hanya oleh 21 persen negara yang ikut dalam jajak pendapat, 25 persennya melihat ‘Israel’ dengan nilai negatif. Inilah yang mendorong ‘Israel’ bertanya kepada diri mereka, kenapa itu terjadi? Kenapa dunia membenci ‘Israel’?

Sebagian mereka penyebabnya karena pelanggaran ‘Israel’ secara terang-terangan terhadap hukum internasional, permusuhannya terhadap tetangga mereka, dan pelanggaran berkali-kali terhadap HAM bangsa Palestina. Jika sebagian kita meyakini bahwa faktor-faktor logis tersebut cukup menciptakan pandangan negatif terhadap ‘Israel’. Para pendukung ‘Israel’ berusaha menyamakan antara anti zionisme dengan anti Semit. Padahal keduanya berbeda jauh.

Dalam falsafah politik, tidak menjadi masalah jika ada anti Zionis sebagai gerakan kebangsaan sekuler yang berusaha melakukan penafsiran-penafisiran untuk kepentingan kelompok. Tak masalah jika kejahatan dan kelicikan mereka diungkap. Sementara anti Yahudi dianggap sebagai tindakan memusuhi sebuah kelompok agama dan etnis adalah tindakan tidak terpuji secara moral dan secara legal atau hukum.

Zionisme adalah gerakan bertujuan mendirikan untuk Yahudi meski hal itu harus melakukan kekerasan dan memarginalkan pihak lain. Meski secara internasional menghadang hal ini sebagai hal sulit karena itu sebagai strategi politik dengan tujuan-tujuan kebangsaan yang berusaha merebut Palestina dari warganya untuk kepentingan Yahudi. Namun dimensi inilah juga yang menggelorakan perlawanan Palestina. Secara ril, baik Palestina sebagai pihak yang dirugikan oleh gerakan politik yang tak ragu-ragu menggunakan segala macam kekerasan atau Yahudi yang diuntungkan oleh zionis mampu mengingkari adanya anomali yang tersembunyi dalam gerakan zionis. Sesaat setelah sampai di Palestina tahun 1918, Zionis langsung merealisasikan kerja menyempurnakan proyek mereka dan mendirikan negara Yahudi; yakni dengan cara mengajukan tuntutan proyek mereka kepada penjajah mandat Inggris dan penguasa pada saat itu. Keberadaan Inggris di Palestina saat itu tidak ada keinginan lain kecuali hanya menerapkan program Zionis dan memberikan pondasi bagi berdirinya negara ‘Israel’. Inilah yang menjadi kemarahan rakyat Palestina saat itu dalam melawan eksodus Yahudi ke Palestina.

Saat itu mereka sadar bahwa akan sia-sia meminta dukungan rakyat Palestina akan proyek zionis yang ingin melepaskan rakyat Palestina dari segala tanah dan aset mereka serta diusir dari negeri mereka. Penolakan rakyat Palestina terhadap zionisme itu diwujudkan dalam Komite King – Karen yang disampaikan oleh presiden Amerika Wilson saat ke Timteng tahun 1919 untuk memastikan keinginan bangsa Arab terhadap pemerintah boneka zionis yang akan dibangun di Timur tengah.

Hasil investigasi yang dilakukan Amerika saat itu terungkap mengagetkan sebab sebagian besar bangsa di kawasan Timteng melawan proyek tersebut. Komite Arab ini menentang mandat Inggris dan kolonial Perancis yang bersembunyi di balik mafia PBB. Saat itu, bangsa-bangsa lebih mendukung mandat Amerika. Komite King – Karen menyimpulkan bahwa jika terjadi penentangan keras Zionisme di kawasan, maka tidak mungkin menerapkan proyeknya mendirikan negara Yahudi di jantung Timteng kecuali dengan kekerasan. Sayang, tak ada penghargaan terhadap komite Amerika ini. Karena tekanan Amerika saat itu masih lemah – berbeda saat setelah perang dunia II – menghadapi kolonialis klasik seperti Perancis dan Inggris yang memanfaatkan konferensi Paris dan meminggirkan bangsa Timteng serta bagi-bagi warisan negara Otoman (Utsmani) di Timur Tengah dalam sebuah kesepakatan rahasia.

Demikianlah, Perancis mendapatkan Suriah, Inggris menguasai Palestina dan Irak semuanya disponsori oleh mafia PBB. Namun bangsa-bangsa Arab saat itu masih terus melawan dan melawan dengan berbagai lebel penamaan. Mereka menolak pemerintah asing di kawasan dengan dukungan prinsip menentukan nasib yang diletakkan oleh presiden Amerika saat itu Wilson. Tuntutan mereka jelas, mewujudkan kemerdekaan dan hengkangnya imperialisme dan memberikan peluang menentukan nasibnya dan memilih penguasa-penguasanya dari intervensi asing. Peluang itu diwujudkan dalam perlawanan atas Inggris dan Perancis dengan besi dan api terutama dalam melawan zionisme yang mencaplok warisan Otoman di Palestina.

Kesimpulannya, zionisme adalah proyek politik pendudukan yang dari awal sudah ada upaya mengkritik dan usaha menghabisinya karena merugikan Palestina secara besar-besaran dengan pengusiran dari tanah air mereka selama lebih dari 60 tahun. Jadi usaha apapun untuk menyamakan antara anti Zionisme dan anti Semit. Hanyalah usaha melegitimasi popularitas ‘Israel’ yang semakin terjungkal di mata dunia. (bsyr)

Ittihad Emirat
thumbnail

Haniyah Anugerahkan “Medali Al-Quds” Bagi Dokter Termuda Di Dunia


Ismail Haniyah menganugerahkan penghargaan medali Al-Quds kepada Iqbal Mahmud As’ad yang masuk kategori Guinnes Book sebagai dokter termuda di dunia.

Biro PM menyatakan, Haniyah menelephone As’ad (20) dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraihnya, dan menganugerahkan penghargaan Medali Al-Quds kepadanya.

As’ad masuk kategori Guinnes Book dua kali: pertama tercatat sebagai mahasiswi termuda, kedua: lulus sebagai dokter termuda di dunia.

Iqbal As’ad –pengungsi di Libanon- masuk fakultas kedokteran di Universitas Weill Kronal, Qatar sebelum genap berusia 13 tahun, setelah mengikuti akselerasi sebelumnya, dan kemudian meraih gelar dokter termuda di dunia.(infopalestina)
thumbnail

Al-Aqsa, Sejak Berdiri Selalu Jadi Sasaran Yahudi


AL AQSA, atau disebut juga Bait Al Muqaddas atau Al Quds artinya rumah suci. Sedangkan pengertian Masjid Al Aqsa adalah masjid terjauh yang oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai mesjid berkubah biru. Masjid ini menjadi salah satu target utama untuk dihancurkan oleh bangsa Israel.

Masjid ini berada di Kota Yerusalem Timur, yang dikenal dengan nama wilayah Al Haram Asy Syarif bagi umat islam. Sedangkan umat nasrani dan yahudi mengenalnya sebagai Har Ha Bayit (bukit bait Allah atau temple mount/kuil bukit). Masjid ini memiliki ukuran seperenam dari seluruh area Al Haram Asy Asyarif di dalam tembok Kota Lama Yerusalem.

Awalnya Al Aqsa merupakan rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian diperbaiki dan dibangun kembali menjadi permanen seperti sekarang oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik pada tahun 621 Masehi atau 66 Hijriah dan selesai pada tahun 73 Hijriah atau pada tahun 628 Masehi. Kemudian diselesaikan oleh putranya Al Walid dan selesai pada tahun 702 Masehi.

Pada tahun 746 Masehi di Yerusalem pernah terjadi gempa bumi dan menghacurkan seluruh bangunan masjid. Khalifah Abbasiyah Al Mansur kemudian membangun kembali pada tahun 754, yang dikembangkan oleh penggantinya Al Mahdi pada tahun 780 Masehi. Tahun 1033 gempa kembali menghancurkan sebagian besar Al Aqsa, dua tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh Zhahir membangunnya kembali.

Tahun 1099 ketika tentara Salib menaklukkan Yerusalem, masjid ini dijadikan sebagai istana dan gereja. Namun fungsinya sebagai masjid kembali seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota tersebut. Selanjutnya masjid ini direnovasi oleh para penguasa muslim seperti Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Tragedi Pembakaran Al-Aqsa

Pada tanggal 21 Agustus 1969, seorang lelaki berkebangsaan Australia, Dennis Michael Rohan, membakar Masjid Al-Aqsa. Api yang disulut Rohan membakar seluruh tembok masjid dan mimbar besar (mimbar Shalahuddin). Mimbar tersebut kemudian digantikan dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania pada masa Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania. Si Jago merah itu berkobar dengan dasayatnya, seolah-olah seluruh Masjid Al-Aqsa akan musnah saat itu. Saking besarnya tidak ada dari pihak pemadam kebakaran yang mau mendekat.

Namun, Allah SWT telah menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan melindunginya, sehingga tanpa adanya mereka, api bisa dipadamkan.

Setelah itu orang-orang Yahudi pura-pura mengadili Rohan. Lucunya, Rohan mengklaim bahwa ia diutus oleh Allah untuk melakukan pembakaran itu, sesuai dengan berita dari Kitab Zakaria. Kemudian yang menyedihkan,Yahudi membebaskan Rohan dengan mengatakan bahwa ia ‘gila’. Atas alasan itu Rohan tidak bisa dituntut atas perbutannya.

Karena insiden itu negara-negara Islam di seluruh dunia kemudian bangkit mempertahankan tempat suci itu dengan membentuk Organisasi Konferensi Islam(OIC) dan mengecam perbuatan keji terhadap Al-Aqsa.

Tragedi tersebut merupakan catatan sejarah yang paling menyedihkan dalam sejarah umat Islam. Masjid Al-Aqsa yang begitu suci itu dihina sedemikian rupa. Begitulah nasib tanah suci umat Islam yang ketiga, setelah dihuni oleh rejim Zionis.

Tidak sampai di situ saja. Israel terus berusaha menghancurkan Al Aqsa dengan berbagai cara, seperti dengan dalih ingin mencari dinding sejarah yang tertimbun di bawah tanah, mereka melakukan penggalian di selatan kompleks Masjid Al Aqsa. Terkait hal ini anggota parlemen Palestina mengingatkan bahwa penggalian itu bagian dari proyek Zionis yang ingin mengubah identitas Arab Yerusalem, mengusir penduduk asli dan menjadi sebuah Kota Yahudi.

Israel juga membangun Taman Talmud dan Al Kitab sebagai upaya untuk mengelabui umat islam. Taman-taman tersebut diperluas hingga ke bagian timur-selatan perbatasan Masjid Al Aqsa di sepanjang Kota Silwan dan lembah Sawwanah. Di bagian utara antara Bab Al A’moud dan Bab Al Sahera.

Mereka juga membangun jalan-jalan dan trotoar yang menghubungkan ke Taman Al Kitab tersebut. Proyek tersebut dimobilisasi oleh sejumlah besar tenaga kerja ahli yang menggunakan teknologi tinggi untuk tujuan Yahudi-Israel dari berbagai sumber.

Al-Aqsa, tak pelak, merupakan salah satu tanda dari tegaknya Islam di muka bumi ini.