Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Mengenal Rajab Tayyib Ardogan (Recep Tayyip Erdogan)

TURKI memanas. Polanya hampir sama dengan apa yang terjadi di Mesir. Bedanya, Mesir langsung bergolak begitu Presiden Muhammad Mursi naik kursi jabatan. Turki dihantam badai demonstran setelah Erdogan sepuluh tahun berkuasa.

Recep Tayyip Erdoğan (lahir 26 Februari 1954) adalah seorang politikus Turki. Ia menjabat Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003. Ia juga seorang pimpinan Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan). Pada tahun 2010, Erdogan terpilih sebagai muslim 2 paling berpengaruh di dunia.

Erdogan terpilih sebagai Walikota Istanbul dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994. Dia dipenjara pada 12 Desember 1997 karena puisinya yang bermasalah. Setelah empat bulan di penjara, Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada tanggal 14 Agustus 2001. Dari tahun pertama, Partai AK menjadi gerakan politik terbesar yang didukung publik di Turki. Pada pemilihan umum tahun 2002, Partai AK memenangkan dua pertiga kursi di parlemen, membentuk pemerintahan partai tunggal setelah 11 tahun.

Masa kecil hingga remaja

Erdoğan lahir di Istanbul, tetapi dibesarkan di Rize pesisir Laut Hitam dan kembali ke Istanbul pada usia sekitar 13 tahun dalam sebuah keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah seorang pelaut yang bertugas sebagai penjaga pantai di Angkatan Laut dan berasal dari Rize.

Ia belajar di sekolah agama, Sekolah Imam Hatip dan melanjutkan ke Universitas Marmara untuk belajar ekonomi dan bisnis. Erdoğan menjadi pemain sepak bola semi profesional pada usia 16 tahun, dan bekerja di perusahaan angkutan kota Istanbul.

Ia terjun ke dalam politik bersama Partai Keselamatan Nasional (Milli Selâmet Partisi) yang Islamis, di bawah pimpinan Necmettin Erbakan dan kini telah dibubarkan.[rujukan?] Setelah kudeta militer pada 12 September 1980, ia meninggalkan sepak bola dan bekerja di sektor swasta, dan pada 1982 menjalani wajib militer sebagai seorang perwira dengan tugas khusus.

Karir politik

Setelah kudeta 1980, semua partai politik dibubarkan, tetapi para bekas anggota Partai Keselamatan Nasional kemudian mendirikan Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) setelah demokrasi dipulihkan pada 1983. Pada 1985 Erdoğan menjadi ketua Partai Kesejahteraan di Provinsi Istanbul dan ikut serta dalam pemilihan wali kota untuk wilayah kosmopolitan Beyoğlu di Istanbul tengah dan seagai calon untuk Dewan Nasional Agung Turki beberapa kali pada akhir 1980-an.

Pada 1991, Partai Kesejahteraan melampaui ambang 10% yang dibutuhkan untuk memperoleh kursi untuk pertama kalinya di Dewan Nasional Agung, dan Erdoğan terpilih sebagai anggota parlemen dari Provinsi Istanbul, meskipun kursi ini kemudian dicabut oleh Komisi Pemilihan Pusat karena adanya sistem pemilihan yang berlaku saat itu. Namun, dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994, Partai Kesejahteraan menjadi partai terbesar di Turki untuk pertama kalinya, dan Erdoğan menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

Sebagai wali kota Istanbul, ia menjadi terkenal karena ia seorang administratur yang efektif dan populis, membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi Istanbul dan pada saat yang sama memperindah kota itu. Dalam prosesnya ia menjadi politikus Turki yang paling populer.

Prestasi menonjolnya yang sulit dilupakan warga adalah keberhasilan pengadaan air bersih untuk penduduk kota itu, penertiban bangunan, mengurangi kadar polusi dengan melakukan aksi penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota, memerangi praktik prostitusi liar dengan memberikan pekerjaan lebih terhormat kepada wanita muda, dan melarang menyuguhkan minuman keras di tempat yang berada di bawah kontrol Walikota Istanbul.

Ketika mendeklarasikan Partai Keadilan Pembangunan (AKP: Adalet ve Kalkinma Partisi) yang berhaluan Islam pada Agustus 2001, ia mampu membawa partainya ibarat cahaya yang akan menerangi kegelapan. Kemenangan partainya dalam pemilu 3 November 2002 dengan 34,1 persen suara bukan secara otomatis menaikkan citra sebagai perdana menteri. Wakil Ketua AKP Abdullah Gul yang ditunjuk oleh Presiden Ahmet Necdet Sezer. Tetapi, setelah semua kasus yang menimpanya dianggap selesai dan disetujui parlamen, ia kemudian menggantikan Abdullah Gul sebagai Perdana Menteri Turki.[ruj

Meski Turki merupakan satu dari beberapa negara Timur Tengah yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, Erdogan menyatakan bahwa dia akan melawan jika Israel menyerang Libanon dan Gaza. [islampos]
thumbnail

SEMANGAT KHAIBAR UNTUK PEMBEBASAN AL-AQSHA DAN PALESTINA


Oleh : Ali Farkhan Tsani

Komite Eksekutif Global March to Jerusalem (GMJ) mengumumkan bahwa GMJ tahun 2013 akan digelar secara serentak di berbagai belahan dunia pada tanggal 7 Juni 2013.
Aksi GMJ melibatkan seluruh gerakan pro-Palestina di dunia dilaksanakan setiap tahun untuk mengingatkan dunia akan penjajahan Israel di Palestina.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, GMJ tahun ini juga akan dilaksanakan dengan aksi longmarch besar-besaran baik di Palestina maupun di negara-negara di luar Palestina, seperti di Eropa, Amerika, Malaysia dan Indonesia.

Pengurus Pusat Global March to Jerusalem (GMJ) di Yordania menyatakan, aksi menandai peringatan ke-46 pendudukan bagian timur kota suci Yerusalem, yang meliputi kawasan Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya.

Menurut Zaher Birawi, yang memimpin GMJ melalui Jalur Gaza, aksi diselenggarakan dalam rangka terus meningkatkan kesadaran global tentang kejahatan penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina serta terus membuka mata dunia terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terus meningkat terhadap kota suci Al-Quds.

Mengapa 7 Juni?

Diambilnya tanggal 7 Juni sebagai hari pelaksanaan GMJ, berkaitan dengan Perang Enam Hari (5-10 Juni 1967) atau Perang Arab-Israel 1967. Perang berlangsung antara Israel berhadapan dengan gabungan tiga negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah. Ketiga negara tersebut mendapat dukungan dari negara Arab lainnya: Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Al-Jazair.
Namun, koalisi Arab ternyata dikalahkan oleh Zionis Israel yang didukung sekutu-sekutunya Inggris, Amerika, dll. Setelah perang yang hanya berlangsung 132 jam 30 menit (kurang dari enam ari). Zionis Israel pun mencaplok Palestina keseluruhan, Jerusalem, Tepi Barat dan Jalur Gaza, Semenanjung Sinai Mesir hingga Dataran Tinggi Golan Suriah. Termasuk Pulau Tiran dan Sanafir milik Arab Saudi.

Orang-orang Palestina merasa mengalami kekalahan dan kemunduran. Oleh karena itu, hari awal serangan 5 Juni 1967 disebut sebagai Hari Kemunduran atau Hari Naksah (Naksa Day).
Pada tanggal 5 Juni 1967, tentara Israel sebenarnya sudah sampai ke Jerusalem (Al-Quds). Namun bermalam menunggu sampai tanggal 7 Juni. Mengapa? Karena menunggu tanggal 7 Juni, bertepatan dengan peristiwa kekalahan Yahudi dalam Perang Khaibar (628 M.), hingga mereka terusir dari Jazirah Arab akibat pelanggaran mereka sendiri. Padahal Khaibar terjadi sekitar 1.300 tahun sebelumnya.

Dengan dendam Khaibar itu, Zionis Israel setelah menguasai Jerusalem, mereka langsung mengusir tidak kurang dari 330 ribu warga Palestina menjadi pengungsi ke negara-negara lain.
Zionis menguasai sumber air Sungai Jordan, Selat Tiran hingga Teluk Aqabah, yang membuka jalan bagi masuknya armada-armada perang mereka.

Tentara-tentara itu ketika memasuki Jerusalem, meneriakkan nyanyian ejakan, “Muhammad, maat, maat, wa khalafa banaat”. (Muhammad -pasukan umat Muhammad- telah mati, mati, hanya menyisakan anak-anak perempuan).

Nasib Jenderal Zionis

Penyerangan, penjarahan, pengusiran, penjahan dan segala bentuk pelanggaran hak asasai manusia semuanya dilakukan rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina. Baik muslim maupun nonmuslim kalangan Kristen menjadi sasaran tembak. Bahkan kebanyakan dari kalangan anak-anak dan kaum perempuan.

Ada beberapa nama Jenderal Zionis yang terlibat dalam Perang Enam Hari 1967. Di antaranya Ariel Sharon, Yitzhak Rabin, Moshe Dayan, Ezer Weizman dan Motta Gur.
Bagaimana nasib akhir hidup mereka setelah membuat dosa-dosa atas rakyat yang tidak berdaosa? Sangat tragis dan menjadi peringatan dan pelajaran bagi lainnya. Kita sebut satu per satu.

1. Yitzhak Rabin, Perdana Menteri Israel tahun 1974-1977 dan tahun 1992-1995. Ia tewas dibunuh oleh Yigal Amir, warga Yahudi sendiri yang menjadi aktivis sayap kanan Israel.

2. Ezer Weizman, meniti karier sampai menjadi Presiden Israel tahun 1993-2000. Anaknya bernama Saul tewas karena kecelakaan tragis mobil. Ia sendiri tewas diberondong oleh sesama warga Yahudi di Tel Aviv tahun 1995.

3. Moshe Dayan, panglima militer yang kemudian menjadi anggota Parlemen Knesset (1981). Ia meninggal karena kanker usus besar yang tidak dapat diobati.

4. Motta Gur, yang menjadi Kepala Staf Pertahanan Israel. Tahun 1995 ia dinyatakan sakit kanker yang sulit diobati. Gur akhirnya bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya 16 Juli 1995.

5. Ariel Sharon, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel (2001-2006), lebih tragis lagi nasibnya. Ia dinyatakan terkena stroke tahun 2005, mengakibatkan dirinya dicopot dari jabatannya tahun 2006. Tahun 2006 ia kembali terkena stroke lebih parah, pendarahan di otak. Bahkan dinyatakan koma, tidak sadarkan diri akibat lumpuh otak (cerebral palsy) dari tahun 2006 hingga 2013, sampai saat ini. Tim dokter rumah sakit menyebutkan biaya pengobatan Sharon sekitar 3,75 miliar rupiah per tahun. Media setempat Echorouk memberitakan, sejak Sharon koma, tim dokter dipaksa untuk melakukan operasi pemotongan bagian dari ususnya yang membusuk. Operasi pemotongan itu berlanjut pada organ tubuh lainnya satu per satu, yang mulai membusuk.

Ghazwah Khaibar

Jika Yahudi saja menjadikan Khaibar sebagai media balas dendam, bahkan untuk perbuatan sadis tidak berperikemanusiaan. Maka, kaum muslimin layak menjadikan Ghazwah (Perang) Khaibar juga, bukan untuk ajang dendam. Akan tetapi sebagai penyulut dan penyemangat ruh Khaibar bagi perjuangan dunia Islam secara terpimpijn.

Ghazwah Khaibar merupakan salah satu perang besar yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Perang ini terjadi tahun 9 Hijriyah, setelah Fathu Makkah (tahun 8 Hijriyah). Khaibar adalah nama tempat pemukiman Yahudi, sekitar 30 km sebelah timur laut kota Madinah.

Sebelum Ghazwah Khaibar berlangsung, orang-orang Yahudi waktu itu mampu mengalahkan reputasi penduduk asli, yaitu suku Aus dan Khajraz. Namun, keahlian Yahudi tersebut mereka gunakan untuk menguras sumberdaya alam warga setempat. Mereka pun mengembangkan sistem riba, yang membuat para petani jazirah Arab tidak berdaya.

Sebagai produsen, mereka terbelenggu riba yang diterapkan orang-orang Yahudi sebagai bandar. Sedangkan sebagai konsumen, mereka juga kesusahan mengingat segala kebutuhan dipasok dan ditentukan harganya oleh para distributor Yahudi. Setelah umat Islam datang berhijrah dari Mekkah ke Madinah, lambat laun keadaan mulai berubah. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai menata muamalah (sistem sosial) umat Islam. Beliau menata perekonomian masyarakat berlandaskan kejujuran, keadilan, bebas riba, dan jauh dari eksploitasi ekonomi.
Sistem ekonomi yang dicontohkan para sahabat, segera menarik perhatian banyak kalangan di sekitar Madinah. Masyarakat pun berbondong-bondong menyambut sistem itu. Sementara itu kaum Yahudi merasa tersisihkan karena sistem kapitalisme-liberalisme ekonomi berbasis riba yang mereka kendalikan selama ini mulai terancam. Padahal sistem ekonomi syariah yang melarang riba, justru untuk keuntungan dan kesejahteraan semua pihak, termasuk nonmuslim sekalipun.

Akibat merasa tersisihkan dan mereka tidak lagi menjadi superpower yang biasanya dengan bebasnya semaunya sendiri mengendalikan masyarakat dengan sistem ribanya. Mereka pun berusaha melawan kekuatan umat Islam, dengan cara melakukan persekongkolan jahat dengan kabilah-kabilah kafirin-musyrikin Arab.

Terlebih, musyrikin Quraisy merasa dipermalukan akibat kekalahan dalam perang Badar (th 2 Hijrah), Perang Khandaq (6 Hijrah), Fathu Mekah (8 Hijrah) hingga perang Hunain (8 Hijrah).
Kekalahan Yahudi Khaibar
Andalan Yahudi waktu itu hanya tinggal benteng-benteng Khaibar yang terkenal kokoh lagi kuat. Mereka menyimpan cadangan makanan untuk dua tahun, dan menyiapkan persenjataan terhebat yang belum pernah ada dalam sejarah peperangan masa itu. Namun benteng itu dapat dirobohkan oleh pasukan kaum muslimin di bawah panglima medan tempur terdepan Ali bin Abi Thalib. Umat Islam hanya memerlukan waktu singkat saja untuk merebutnya.

Kekalahan Yahudi di benteng-benteng yang kuat di Khaibar itu, kemudian menjadi dongeng sebelum tidur yang terus-menerus diceritakan para orang tua kepada anak cucunya. Agar tumbuh dendam berkepanjangan bagaimana dapat mengalahkan umat Islam.
Merekapun mempelajari Al-Quran, apa ayat yang turun kepada Muhammad ketika dapat mengalahkan Yahudi.

Lalu, ditemukanlah ayat di dalam Surat Al-Hasyr ayat 14  :
لا يُقاتِلُونَكُمْ جَميعاً إِلاَّ في قُرىً مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَراءِ جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَديدٌ تَحْسَبُهُمْ جَميعاً وَ قُلُوبُهُمْ شَتَّى ذلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ
Artinya : “Tidaklah mereka akan memerangi kalian dalam keadaan bersatu-padu, kecuali di dalam kampung-kampung yang diben¬tengi atau dari belakang dinding-dinding; permusuhan di antara sesama mereka sangat hebat. Engkau sangka mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah-¬belah. Yang demikian itu ialah karena mereka itu adalah kaum yang tidak berakal”. (QS Al-Hasyr : 14).

Oleh Yahudi Zionis Internasional, kekalahan nenek-moyang mereka pada Perang Khaibar dijadikan bahan kajian. Diolah sedemikian rupa dari kelemahan menjadi kekuatan. Lalu dialihkan dengan berbagai cara kepada kalangan umat Islam masa kini. Sehingga yang terjadi sekarang, umat Yahudi bersatu-padu dalam ikatan yang kuat Zionisme Intenasional. Sedangkan umat Islam tercerai-berai dalam berbagai firqah dan pecahan-pecahannya.

Kini, dengan salah satu upaya melalui media GMJ, di antara ratusan, ribuan bahkan mungkin jutaan upaya amal sholeh, saatnya umat Islam mengembalikan semangat ruh Ghazwah Khaibar dalam perang menghadapi Zionis Yahudi.

Semangat persatuan dan kesatuan, bil jama’ah, dalam satu Jama’ah Muslimin yang terpimpin oleh seorang Imaamnya, dalam bingkai Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah sebagai kekuatan untuk membebaskan Al-Aqsha dan Palestina. Bukan hanya itu, bahkan untuk mengangkat harkat, martabat dan kehormatan Islam dan muslimin, “Li ‘izztil Islam wal muslimin”. Maka, kalau Yahudi saat mengalahkan kaum muslimin dalam Perang Enam Hari 1967 meneriakkan,“Muhammad, maat, maat, wa khalafa banaat”. (Muhammad -pasukan umat Muhammad- telah mati, mati, hanya menyisakan anak-anak perempuan).

Maka, teriakkan itu kita balas dengan teriakan lebih kencang lagi, lebih keras lagi, lebih bersemangat lagi, “Khaibar, khaibar ya Yahud, Jaisyu Muhammad saufa ya’ud”. (Khaibar, Khaibar hai Yahudi. Tentara Muhammad –umat Muhammad- datang kembali). Allahu Akbar! (mina).
thumbnail

Mengapa Nabi Muhammad Mempunyai 9 Istri?


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan sembilan wanita. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari poligami beliau ini. Pertama, beliau tidak menikahi wanita-wanita yang masih gadis, padahal beliau mampu untuk melakukannya. Gadis yang beliau nikahi hanya satu orang saja (Aisyah). Sebagian istri beliau adalah janda-janda yang telah memiliki anak, seperti Ummu Salamah, Khodijah, yang lain adalah janda seperti Hafshah, Zainab, dll. Tujuan beliau menikahi ummahatul mukminin tersebut bukan untuk mencari kepuasan, kalau tujuannya mencari kepuasan pastilah beliau menikahi para gadis.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau menikahi banyak wanita agar sunnah-sunnah yang tidak tampak kecuali di rumah, bisa diriwayatkan secara utuh. Istri-istri beliau berperan dalam meriwayatkan sunnah-sunnah beliau saat di rumah dan para sahabat meriwayatkan sunnah-sunnah beliau ketika di luar rumah. Seandainya beliau hanya beristrikan empat wanita, dua, atau satu saja, maka sunnah-sunnah beliau di rumah hanya disandarkan pada orang yang sangat sedikit, sehingga Allah perintahkan beliau untuk menikahi sembilan perempuan agar riwayat-riwayat tersebut disandarkan kepada orang yang banyak (sehingga menguatkan riwayatk tersebut).

Tujuan lainnya adalah menundukkan hati kabilah-kabilah besar agar mereka memeluk Islam. Seperti pernikahan beliau dengan Zainab binti Huyai bin Akhtab radhiallahu ‘anha, kemudian masuklah segolongan orang Yahudi ke dalam Islam. Demikian juga pernikahan beliau dengan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha yang menjadikan kabilah dari Zainab ini masuk Islam. Juga pernikahan beliau dengan anak Abu Bakar dan Umar, yakni Aisyah dan Hafshah radhiallahu ‘anhum, sehingga hubungan beliau semakin dekat dengan dua sahabatnya ini layaknya menteri-menteri beliau.

Jadi Allah memerintahkan beliau menikahi banyak wanita memiliki hikmah dan pelajaran yang banyak, baik hikmah tersebut kita ketahui atau hikmah itu Allah simpan dalam ilmu-Nya saja, dan hal ini termasuk kekhususan bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara kekhususan lain bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bisa jadi beliau melewati dua atau tiga hari dalam keadaan berpuasa. Beliau berbuka ketika maghrib lalu melanjutkan puasanya di esok hari atau bahkan sampai lusa. Pada saat para sahabat mengetahui hal ini, mereka pun merasa khawatir dengan kondisi beliau, beliau menjawab “Aku berbeda dengan kalian. Saat aku tertidur Rabb ku memberiku makan dan minum.” Kekhususan lain bagi beliau adalah ketika beliau wafat di hari Senin, beliau baru dimakamkan di hari Rabu. Jasad beliau sama sekali tidak berubah, berbeda dengan orang lain jika mengalami hal serupa tanpa diberikan formalin dan keadaan kota Madinah yang sangat panas, keadaan fisik beliau tidak berubah sama sekali.

Dengan demikian kita bisa mengetahui keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kekuatan fisik beliau, kekhususan boleh menikahi sembilan wanita, bahkan kekhususan setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sumber dari ceramah Syaikh Muhammad al-Arifi
thumbnail

Rahasia Sukses Orang Jepang (Sudah Ada Dalam Ajaran Islam Tetapi Ditinggalkan)


Telah kita ketahui dan saksikan Negara Jepang adalah negara maju yang sangat hebat dan berjaya. Namun gempa dan tsunami yang melanda negeri matahari itu menghancurkan sebagian besar wilayah jepang yang berdampak pada perekonomiannya. Akan tetapi sepertinya tidak perlu lama bagi jepang agar bisa kembali menguasai perekonomian dunia, karena Jepang dikenal memiliki rakyat yang sangat luar biasa ulet. Banyak orang-orang sukses berasal dari Jepang.

Akan tetapi ternyata penyebab majunya mereka sudah diajarkan dalam agama Islam jauh sebelum negara Jepang ada. Kita bisa berkaca kepada sejarah, di mana belum ada dalam sejarah dunia, yang bisa menguasai sepertiga dunia hanya dalam waktu 30 tahun. Itulah masa para Khalifah Rasyidin. Kaum muslimin sendiri yang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga inilah yang diberitakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, memegangi ekor-ekor sapi [sibuk berternak, pent], dan menyenangi pertanian dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan, tidak akan mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian”.

Berikut kita bahas, bahwa apa yang menjadi penyebab majunya mereka ternyata ada dalam ajaran Islam sejak dahulu.

1.Malu

#“Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.”#

Malu yang terpuji jelas adalah ajaran Islam. Bahkan jelas dan tegas dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.

“Malu itu kebaikan seluruhnya.”

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemalu. Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu anhu berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِـيْ خِدْرِهَا.

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih pemalu daripada gadis yang dipingit di kamarnya.”[6]

2.Mandiri

#“Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.”#

Anjuran untuk berusaha sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain adalah ajaran agama Islam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يَأْخُذَ اََحَدُكُمْ اَحْبُلَهُ ثُمَّ يَاْتِى الْجَبَلَ فَيَاْتِىَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِخِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اَعْطَوْهُ اَوْ مَنَعُوْهُ.

“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”.

Demikian juga nabi Dawud, seorang Raja besar, tetapi ia tetap makan dari hasil kerjanya yaitu mengolah besi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اَكَلَ اَحَدٌطَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ اَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ, وَاِنَّ نَبِيَّّ اللهِ دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِْهِ.

“Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri, sedang Nabi Daud Alaihissalam juga makan dari hasil usahanya sendiri”.

3. Pantang menyerah

#“Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).”#

Semangat dan pantang menyerah!! Ini adalah ajaran Islam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت لكان كذا وكذا؛ ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان

“Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah (pantang menyerah). Dan jika meminpamu sesuatu maka jangan katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini, tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi.”

Ada tawakkal dalam ajaran Islam, lihat bagaimana motivasi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar kita mencontoh burung dalam berusaha, burung tidak tahu pasti di mana ia akan mendapat makanan, akan tetapi yang terpenting bagi burung adalah ia berusaha keluar dan terbang mencari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”

“selalu ada Jalan”. ya, ini juga adalah ajaran Islam. Jika kita berusaha dan tawakkal, maka kita akan medapat jalan keluar dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Thalaq: 3)

4.Loyalitas

#”Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.”#

Dalam ajaran Islam seorang muslim diajarkan agar mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati.
Jika dalam suatu perusahan mereka bekerja, maka mereka harus mematuhi persyaratan perusahaan yaitu harus mencurahkan yang terbaik serta loyal dengan perusahaan teresebut selama tidak melanggar batas syariat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

المُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوطِهِمْ

 “Umat Islam berkewajiban untuk senantiasa memenuhi persyaratan mereka.“



5.Inovasi

#”Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.’#

Islam juga mengajarkan agar kita mengembangkan Ilmu dan belajar (bukan inovasi dalam urusan agama = bid’ah). Bahkan kedudukan orang yang berilmu tinggi baik. Baik Ilmu dunia maupun akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

6. Kerja keras

#“Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.”

Kerja keras juga Ajaran Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam mengajarkan kita berlindung kepada Allah dari sifat malas,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).”

Bahkan kita harus bersegera dalam kebaikan untuk diri kita.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”. (Al-Baqarah: 148)

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (Al-Imran:133)

7.Jaga tradisi, menghormati orang tua dan Ibu Rumah Tangga

#“Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.”#

Tentu saja tradisi yang baik yang dilestarikan. Tradisi yang sesuai dengan nilai luhur dan ajaran Islam. Ajaran Islam juga melertarikan tradisi yang baik. Sebagaimana tradisi orang Arab Jahiliyah yang memuliakan tamu, menepati janji dan sumpah walaupun sumpah itu berat sekali. Bahkan adat/tradisi bisa dijadikan patokan hukum dalam ajaran Islam. Sebagaimana kaidah fiqhiyah.

العادة مجكمة

“Adat/tradisi dapat dijadikan patokan hukum”

Syaikh Doktor Muhammad Al-Burnu Hafizahullah menjelaskan makna kaidah ini, “Bahwasanya adat manusia jika tidak menyelisihi syari’at adalah hujjah dan dalil, wajib beramal dengan konsekuensinya karena adat dapat dijadikan hukum”.

Mengenai perempuan yang sudah menikah dan tidak bekerja (IRT), ini juga ajaran utama agama Islam (Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang sepele dan hina, akan tetapi adalah sebuah kehormatan dan butuh pengorbanan yang akan melahirkan dan mendidik generasi terbaik).

لا تمنعوا نساءكم المساجد وبيوتهن خير لهن

“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian pergi ke masjid-masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”

Mengenai menghormati orang tua. Jelas ini ajaran Islam. Bahkan digandengkan dengan ridha Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24)

8.Budaya baca

#“Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca”#

Ayat yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Ini adalah ajaran Islam.

Alla Ta’ala berfirman,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-Alaq: 1)

Begitupula jika kita membaca teladan para ulama, misalnya syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah yang membaca setiap hari 12 jam. Begitu juga ulama yang lain, ada yang membaca sambil berjalan, hingga ia terperosok dalam lubang. Ada yang membaca sampai ia tertidur dengan buku di atas wajahnya.

9 Hidup hemat

#“Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30, dan ternyata sebelum tutup itu pihak supermarket memotong harga hingga setengahnya.”#

jelas ini ajaran islam, hemat dan berusaha qona’ah. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Al-Furqan: 67)

10.Kerjasama kelompok

#”Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.”#

Anjuran untuk bekerja sama adalah ajaran Islam. Saling membantu dalam kebaikan dan pahala.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ} [المائدة: 2]

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah: 2.) (ZILZAAL)
thumbnail

Al-Aqsa, Sejak Berdiri Selalu Jadi Sasaran Yahudi


AL AQSA, atau disebut juga Bait Al Muqaddas atau Al Quds artinya rumah suci. Sedangkan pengertian Masjid Al Aqsa adalah masjid terjauh yang oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai mesjid berkubah biru. Masjid ini menjadi salah satu target utama untuk dihancurkan oleh bangsa Israel.

Masjid ini berada di Kota Yerusalem Timur, yang dikenal dengan nama wilayah Al Haram Asy Syarif bagi umat islam. Sedangkan umat nasrani dan yahudi mengenalnya sebagai Har Ha Bayit (bukit bait Allah atau temple mount/kuil bukit). Masjid ini memiliki ukuran seperenam dari seluruh area Al Haram Asy Asyarif di dalam tembok Kota Lama Yerusalem.

Awalnya Al Aqsa merupakan rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kemudian diperbaiki dan dibangun kembali menjadi permanen seperti sekarang oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik pada tahun 621 Masehi atau 66 Hijriah dan selesai pada tahun 73 Hijriah atau pada tahun 628 Masehi. Kemudian diselesaikan oleh putranya Al Walid dan selesai pada tahun 702 Masehi.

Pada tahun 746 Masehi di Yerusalem pernah terjadi gempa bumi dan menghacurkan seluruh bangunan masjid. Khalifah Abbasiyah Al Mansur kemudian membangun kembali pada tahun 754, yang dikembangkan oleh penggantinya Al Mahdi pada tahun 780 Masehi. Tahun 1033 gempa kembali menghancurkan sebagian besar Al Aqsa, dua tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh Zhahir membangunnya kembali.

Tahun 1099 ketika tentara Salib menaklukkan Yerusalem, masjid ini dijadikan sebagai istana dan gereja. Namun fungsinya sebagai masjid kembali seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota tersebut. Selanjutnya masjid ini direnovasi oleh para penguasa muslim seperti Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Tragedi Pembakaran Al-Aqsa

Pada tanggal 21 Agustus 1969, seorang lelaki berkebangsaan Australia, Dennis Michael Rohan, membakar Masjid Al-Aqsa. Api yang disulut Rohan membakar seluruh tembok masjid dan mimbar besar (mimbar Shalahuddin). Mimbar tersebut kemudian digantikan dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania pada masa Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania. Si Jago merah itu berkobar dengan dasayatnya, seolah-olah seluruh Masjid Al-Aqsa akan musnah saat itu. Saking besarnya tidak ada dari pihak pemadam kebakaran yang mau mendekat.

Namun, Allah SWT telah menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan melindunginya, sehingga tanpa adanya mereka, api bisa dipadamkan.

Setelah itu orang-orang Yahudi pura-pura mengadili Rohan. Lucunya, Rohan mengklaim bahwa ia diutus oleh Allah untuk melakukan pembakaran itu, sesuai dengan berita dari Kitab Zakaria. Kemudian yang menyedihkan,Yahudi membebaskan Rohan dengan mengatakan bahwa ia ‘gila’. Atas alasan itu Rohan tidak bisa dituntut atas perbutannya.

Karena insiden itu negara-negara Islam di seluruh dunia kemudian bangkit mempertahankan tempat suci itu dengan membentuk Organisasi Konferensi Islam(OIC) dan mengecam perbuatan keji terhadap Al-Aqsa.

Tragedi tersebut merupakan catatan sejarah yang paling menyedihkan dalam sejarah umat Islam. Masjid Al-Aqsa yang begitu suci itu dihina sedemikian rupa. Begitulah nasib tanah suci umat Islam yang ketiga, setelah dihuni oleh rejim Zionis.

Tidak sampai di situ saja. Israel terus berusaha menghancurkan Al Aqsa dengan berbagai cara, seperti dengan dalih ingin mencari dinding sejarah yang tertimbun di bawah tanah, mereka melakukan penggalian di selatan kompleks Masjid Al Aqsa. Terkait hal ini anggota parlemen Palestina mengingatkan bahwa penggalian itu bagian dari proyek Zionis yang ingin mengubah identitas Arab Yerusalem, mengusir penduduk asli dan menjadi sebuah Kota Yahudi.

Israel juga membangun Taman Talmud dan Al Kitab sebagai upaya untuk mengelabui umat islam. Taman-taman tersebut diperluas hingga ke bagian timur-selatan perbatasan Masjid Al Aqsa di sepanjang Kota Silwan dan lembah Sawwanah. Di bagian utara antara Bab Al A’moud dan Bab Al Sahera.

Mereka juga membangun jalan-jalan dan trotoar yang menghubungkan ke Taman Al Kitab tersebut. Proyek tersebut dimobilisasi oleh sejumlah besar tenaga kerja ahli yang menggunakan teknologi tinggi untuk tujuan Yahudi-Israel dari berbagai sumber.

Al-Aqsa, tak pelak, merupakan salah satu tanda dari tegaknya Islam di muka bumi ini.
thumbnail

WASPADAI RACUN SYIAH DI BUKU PINTAR KEHAMILAN DAN MELAHIRKAN

Syi’ah di Indonesia menyisipkan aqidah mereka dalam Buku-buku yang umum tersebar dikalangan umum, dengan memanfaatkan ketidaktahuan para pembacanya mereka memasukkan doktrin-doktrin dari ajaran mereka berikut salah satu contoh yang telah disampaikan oleh ikhwanina fiddien Aria -jazahullahu khoiron jaza’ -:

Assalamualaikum..
Bismillaahirrahmaanirrahiim…





Buku ini berjudul : Buku Pintar Kehamilan dan Melahirkan, Sebuah Panduan Praktis. Diterbitkan oleh Diva Press yang ditulis oleh Dr. Athif Lamadhah.
Buku ini berisi tentang tahapan-tahapan pembentukan bayi, tanda-tanda kehamilan, penyakit kehamilan, dan segala sesuatu tentang kehamilan dan melahirkan. buku ini diklaim sebagai Buku Best Seller Nasional.
Buku ini kami dapatkan sbg kado/hadiah dr seorang rekan (awam) sbg hadiah pernikahan kami. setelah kami baca, kami mencurigai buku ini secara halus menyisipkan propaganda Agama Syiah yg berbahaya. ini bisa dilihat dari
- Pada Halaman 177 dan 178 disana termuat anjuran untuk menamakan anak yg baru lahir dengan nama para imam yang 12 ala syiah. disana juga dikatakan bahwa : “..mengikuti para imam sama dengan mengikuti islam sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah melalui jalur keluarga beliau yang disucikan.”
- Pada halaman 179 diajarkan Do’a yang masyhur dikalangan syiah yaitu Do’a Kumail.
- Buku ini secara halus mencela seorang sahabat Nabi, Pada halaman 276, pada bab kamus nama-nama Indah dan Islami, pada abjad huruf “U” dan pada nama “Utsman” diartikan dengan arti : Anak Ular, Sahabat Rasulullah saw.
Demikian beberapa keganjilan yg kami temui pada buku ini. semoga lembaga bina masyarakat, Majalah al umm, dan situs Gensyiah bisa membantu dalam memberikan peringatan kepada kaum muslimin secara luas akan bahaya dari buku ini, mengingat buku ini berpredikat “best seller nasional”. atas perhatian dan kepedulian anda semua kami ucapkan syukran jazakumullaahukhayr.


http://www.gensyiah.com/waspadai-racun-syiah-di-buku-pintar-kehamilan-dan-melahirkan.html
thumbnail

Kitab Al-Manazhir, Karya Perdana di Bidang Optik

Siapa yang tak mengenal optik? Cabang ilmu fisika yang menggambarkan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi itu sudah diperkenalkan sejak sekolah dasar (SD). Studi optik moderen pertama kali dibahas oleh ilmuwan Muslim bernama Ibnu Haitham dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazhir (Kitab Optik).

Kitab yang ditulis pada abad ke-11 M itu terdiri dari tujuh volume. Isinya tak melulu membahas masalah optik. Dalam kitab ini, al-Haitham juga membahas dan mengkaji tentang fisika, matematika, anatomi, mekanik, astronomi dan psikologi. Namun, studi tentang optik mendapat perhatian dan porsi yang lebih banyak dalam  Kitab al-Manazhir.
Dalam bahasa Latin, Kitab Optik juga dikenal sebagai De Aspectibus or Opticae Thesaurus: Alhazeni Arabis.  Al-Haitham atau Alhacen yang juga ilmuwan agung dari Persia itu menulis Kitab al-Manazhir saat berada di dalam tahanan di Kairo, Mesir pada tahun 1011 hingga 1021 M.

Buku Optik ini memiliki pengaruh penting pada pengembangan ilmu optik,  karena telah menjadi pijakan dan landasan fisika tentang optik moderen. Lewat kitab inilah pemahaman mengenai cahaya dan penglihatan menjadi lebih terbuka. Selain itu, Kitab al-Manazhir juga  telah memperkenalkan  percobaan  dengan metode ilmiah.

M El Gomati M al-Amri Salih dalam tulisannya berjudul The Miracle of Light, menyejajarkan Kitab Optik karya al-Haitham dengan Philosophiae Naturalis Principia Mathematica buah karya ilmuwan Barat terkemuka Isaac Newton. “Kitab al-Manazhir menjadi salah satu buku yang paling berpengaruh dalam sejarah fisika,” tutur al-Amri Salih.

AI Sabra dan JP Hogendijk, dalam karyanya The Enterprise of Science in Islam: New Perspectives memuji kehebatan Kitab al-Manazhir. Keduanya menganggap Kitab Optik telah melakukan sebuah revolusi di bidang optik dan persepsi visual secara luas. Hal itu juga diakui pula oleh Gary Hatfield dalam karyanya Was the Scientific Revolution Really a Revolution in Science?

Sementara itu, Fokko Jan Dijksterhuis dalam karyanya Lenses and Waves:Christian Huygens and the Mathematical Science of Optics in the Seventeenth Century menuturkan, Ibnu al-Haitham lewat Kitab Optik telah memasukan konsep physico-matematika dalam bidang optik pada era yang lebih awal daripada disiplin yang lain, seperti astronomi dan mekanik.

Steffens mengatakan, Kitab Optik juga berisi diskusi dan penjelasan psikologi dari persepsi visual dan ilusi optik awal. Secara khusus, Omar Khaleefa dalam karyanya Who Is the Founder of Psychophysics and Experimental Psychology? menegaskan bahwa Kitab al-Manazir juga mencakup kajian percobaan psikologi.

“Tak hanya itu, buku ini juga memberikan deskripsi akurat yang pertama tentang kamera obscura, sebuah pelopor kamera modern,” ungkap  Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya bertajuk The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz’s perspective.

Bashar Saad, Hassan Azaizeh dan Omar Said dalam karyanya bertajuk “Tradition and Perspectives of Arab Herbal Medicine: A Review” menjelaskan bahwa Ibnu Haitham juga mengupas masalah pengobatan dan ilmu pengobatan mata. Bagi mereka, Kitab al-Manazhir telahmenndorong dan membuat kemajuan penting dalam operasi mata. “Buku ini dengan benar menjelaskan proses melihat untuk pertama kalinya,” papar mereka.

Kitab al-Manazhir mendapat pujian dari banyak sejarawan sains Barat. “Alhacen malahan sangat sukses mengembangkan teori yang menjelaskan proses penglihatan oleh sinar terang yang dilanjutkan ke mata dari setiap titik pada obyek yang ia dibuktikan melalui eksperimen,” ungkap DC  Lindberg dalam karyanya bertajuk Theories of Vision from al-Kindi to Kepler.

GJ Toomer dalam Review: Ibn al-Haythams Weg zur Physik by Matthias Schramm, mengungkapkan, perpaduan optik geometrik dengan bentuk falsafah fisika yang dikupsa dalam Kitab al-Manazhir telah  membentuk dasar optik modern.
Dr Mahmoud Al Deek dalam karyanya Ibn Al-Haitham: Master of Optics, Mathematics, Physics and Medicine,  menuturkan bahwa Ibnu al-Haitham dalam Buku Optik-nya telah membuktikan perjalanan sinar terang di garis lurus. Selain itu, di buku itu juga diungkapkan mengenai sejumlah percobaan dengan lensa, cermin,  pembiasan, dan refleksi.

“Ia (al-Haitham) adalah orang pertama yang mengurangi refleksi dan pembelokan sinar cahaya ke komponen vertikal dan horisontal yang mendasar dalam pengembangan optik geometri,” cetus Albrecht Heeffer dalam karyanya Kepler’s Near Discovery of the Sine Law: A Qualitative Computational Model.

Al-Haitham juga menemukan teori yang mirip dengan hukum sinus Snell, tutur AI Sabra dalam karyanya Theories of Light from Descartes to Newton. ”Namun tidak mengukur dan berasal dari hukum matematis,” katanya.

Menurut KB Wolf dalam karyanya “Geometry and dynamics in refracting systems, pemikiran Ibnu al-Haitham dalam Buku Optik tak seperti ilmuwan kontemporer (ilmuwan sebelumnya).  J Wade dan Finger, menegaskan, Ibnu al-Haitham sangat dihargai dan dihormati berkat penemuan kamera obscura dan kamera pinhole. Ilmuwan hebat ini juga menulis  pembiasan cahaya, terutama pada pembiasan atmospheric, penyebab pagi dan senja sore.

Dalam Buku Optik-nya, al-Haitham juga berhasil memecahkan masalah dengan mencari titik pada cermin cembung pada sebuah sinar yang berasal dari satu titik yang memantulkan ke titik lain. “Dia juga melakukan percobaan pada penyebaran cahaya ke dalam komponen warna,”  papar Al Deek.

Sejarawan Sains JJ O’Connor dan Edmund F Robertson, dalam karyanya Abu Ali al-Hasan Ibnu al-Haitham, mengatakan, Ibnu al-Haitham melakukan percobaan pada kecepatan terbatas cahaya. “Ibnu al-Haitham juga menemukan bahwa cahaya adalah variabel dan bergerak lambat dalam benda yang padat,” jelas O’Connor dan Robertson. Hamarneh menambahkan, Ibnu Al-Haitham berspekulasi pada perambatan garis lurus dan aspek electromagnetik cahaya.

Dalam Kitab Al-Manazhir,  Ibnu Haitham juga telah menjelaskan mengenai  warna matahari terbenam serta beragam fenomena fisika seperti bayangan, gerhana, dan pelangi, dan spekulasi pada fisik alami cahaya.

Ia diyakini sebagai orang pertama yang menjelaskan secara akurat berbagai bagian mata dan memberikan penjelasan ilmiah dari proses penglihatan. Dia juga berusaha untuk menjelaskan penglihatan binocular (teropong dua lensa) dan penambahan nyata pada ukuran matahari dan bulan ketika dekat kaki langit.

Keunggulan Kitab Al-Manazhir

Berikut ini adalah penjelasan Ibnu al-Haitham dalam Kitab al-Manazhir yang terbukti kebenarannya berdasarkan optik modern:

“Dia menjelaskan bahwa penglihatan merupakan hasil dari cahaya menembus mata dari benda, dengan demikian merupakan bantahan terhadap kepercayaan kuno yang mengatakan bahwa sinar penglihatan datang dari mata.”

“Dia menunjukkan bahwa wilayah kornea mata adalah lengkung dan dekat dengan conjunctiva/penghubung, tetapi kornea mata tidak bergabung dengan conjunctiva.”

“Dia menyarankan bahwa permukaan dalam kornea pada titik di mana ia bergabung dengan foramen mata menjadi cekung sesuai dengan lengkungan dari permukaan luar. Tepi-tepi permukaan foramen dan bagian tengah daerah kornea menjadi bahkan namun tidak satu. “

”Dia terus berupaya oleh penggunaan hiperbola dan geometri optik ke grafik dan merumuskan dasar hukum pada refleksi/penyebaran, dan dalam atmospheric dan pembiasan sinar cahaya. Dia berspekulasi  dalam bidang electromagnetic cahaya, yakni mengenai kecepatan, dan perambatan garis lurus. Dia merekam pembentukan sebuah gambar dalam kamera obscura saat gerhana matahari (prinsip dari kamera pinhole).”

”Ia menyatakan bahwa lensa adalah bagian dari mata yang pertama kali merasakan penglihatan.”

”Dia berteori  mengenai bagai mana foto dikirim melalui saraf optik ke otak dan membuat perbedaan antara tubuh yang bercahaya dan yang tidak bercahaya.”

Sang Penulis Kitab Optik

Sejatinya, ia bernama lengkap Abu Ali Muhammad al-Hassan Ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham. Ilmuwan kesohor itu lahir di Basrah (kini Irak) sekitar tahun 965 M dan wafat di Kairo sekitar tahun 1039 M. Ia juga dikenal di kalangan ilmuwan Barat, dengan nama Alhazen. Ia merupakan seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

Ibnu al-Haitham telah banyak melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

Karena kehebatannya dalam menjabarkan optik,  RL Verma dalam karyanya Al-Hazen: father of modern optics, menabalkan Ibnu al-Haitham sebagai “Bapak optik moderen”. Rosanna Gorini dalam karyanya bertajuk “Al-Haytham the Man of Experience, menyebut Ibnu al-Haitham  sebagai pelopor  metode ilmiah moderen.

Tak hanya itu, Ibnu al-Haitham juga dijuluki sebagai pendiri percobaan fisika. Hal ini dijelaskan oleh Rüdiger Thiele dalam karyanya In Memoriam: Matthias Schramm”, Arabic Sciences and Philosophy.

Ibnu al-Haitham juga dianggap sejumlah orang sebagai penemu percobaan psikologi, untuk karya pertamanya dalam psikologi persepsi visual dan ilusi optik. Ibnu al-Haitham membuat banyak laporan subyek berhubungan dengan penglihatan, karena itu ia dianggap sebagai psikolog pertama.

Kehebatan-kehebatannya inilah yang membuatnya disebut sebagai “ilmuwan pertama”. Secara lugas Bradley Steffens menyebut al-Haitham sebagai The First Scientists.she/des

sumber: Republika.