Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Kisah Nyata: Karyawan Lugu Masuk PKS


Oleh: Ikhsan Setiawan/kompasiana

Seminggu yang lalu setelah menjalani rutinitas sebagai seorang pengangguran, hehe… saya mengunjungi tempat kerja seorang teman yang kebetulan tempat kerjanya itu DPW PKS Sulawesi Selatan (Sul-Sel). Saya menemukan kantor yang cukup sibuk dan penuh dengan orang-orang yg ramah (banget).

Sekitar 30 menit saya terlibat pembicaraan yang santai dengan teman saya itu yang bernawa Pak Awaluddin, secangkir teh hangat pun terhidang. Tidak lama, seorang pria muda dengan pelan dan salam membuka pintu kantor PKS Sul-Sel, saya kira dia itu pegawai, kader atau apalah yang berkaitan dengan kantor ini. Tapi tiba-tiba dengan jelas ia mengatakan kepada Pak Awaluddin “saya mau mendaftar jadi kader PKS, mau ikut pengajian PKS” Woooow, saya tersentak terkejut dan heran. Dalam hati saya bergumam “bukankah PKS sekarang lagi bermasalah, kok mau ya orang ini masuk PKS??” saya saja yang punya teman di PKS belum yakin tuh.

Lalu Pak Awalauddin bertanya dengan singkat kepada bapak yang diketahui namanya Hisbullah “ kenapa bapak mau masuk PKS?”

“Saya jengkel dengan pemberitaan di TV, saya jengkel PKS dicaci-maki” Jawab Pak Hisbullah dengan nada yang mantap.

Woooow lagi, justru karena pemberitaan yang saya pikir akan menjatuhkan PKS membuat Pak Hisbullah yg lugu itu mantap masuk PKS.

Pak Hisbullah yang memperkenalkan dirinya sebagai karyawan sebuah perusahaan finance dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar, sebelum pamit pulang ia menekankan lagi agar pendaftarannya itu segera dan bisa aktif dalam kegiatan PKS.

Dari kenyataan ini, dengan mengucapkan BISMILLAH saya berniat dan mengajak semua keluarga saya memilih PKS di 2014 mendatang.
thumbnail

Kalau Gue Bela PKS, Masalah Buat Lo?


Gonjang ganjing tentang pks di kompasiana membuat saya tersenyum. Terkadang keberpihakan itu perlu agar kita tahu mengapa kita harus membela yang benar dan bukan membela yang bayar. Tapi saya agak kaget ketika banyak akun yg kurang saya kenal tiba-tiba menyerang pendapat saya dengan gagahnya. Seolah-oleh merekalah penguasa negeri ini dan tak suka bila ada org yg membela pks. Kalau sudah begitu saya cuma bisa bilang, “kalau gue bela pks, masalah buat lo?”

Bagi saya, pks ini partai yg bisa menjadi harapan. Walaupun sampai saat ini saya tidak pernah mencoblos pks dalam pemilu ataupun pilkada. Saya melihat pks perlu dibela melalui tulisan. Sebab informasi yg benar ttg pks seringkali tidak ditulis oleh media arus utama.

Contohnya ketika kunjungan anis mata presiden pks ke pesantren di jawa timur. Berita yang tertulis jauh benar dengan informasi sebenarnya. Selidik punya selidik, ternyata berita atau foto yg diambil wartawan adalah cuma demo anak kecil yg diperintahkan oleh gurunya yg ingin mencalonkan diri menjadi calon anggota dpr. Saya tersenyum ketika ada seorang kompasianer yg menuliskannya secara detail. Semoga anda sudah membacanya.
Membela pks bukan berarti saya lantas memilih pks dalam pemilu nanti. Belum tentu. Sebab saya sudah memiliki pilihan tersendiri. Saya cuma ingin memberi contoh, walaupun kita berbeda tapi kita harus membela mereka yang mendapatkan perlakuan yg kurang berimbang dari media mainstrem. Internet adalah jalur yg saya pilih dan sangat murah. Kader pks bisa memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang benar.
Jadi bila ada yg tak suka dengan tulisan saya tentang pks, bagi saya mah ini biasa. Namanya juga manusia. Belum tentu yg mengkritik itu lebih baik daripada yg dikritik. Kita lihat saja kinerjanya di dunia nyata. Kalau dia cuma bisa berkoar doang di dunia maya dan tak jelas apa yang dilakukannya untuk banyak orang, itu artinya dia baru berjuang untuk dirinya sendiri. Sedangkan kita diajarkan untuk bermanfaat buat orang banyak apapun profesi kita. Sebagai guru saya sangat sedih bila ada org cerdas, tapi sayang bila mereka tak mengggunakan kecerdasannya untuk membela yang benar. Komentar negatif ttg kita terkadang menjadi obat mujarab agar kita selangkah lebih maju.selamat berjuang wahai kader pks, kami semua mendoakan perjuangan kalian. Bacalah basmallah dan yakinlah Allah meridhoi perjuangan yang suci ini.
Salam blogger persahabatan

Omjay
http://wijayalabs.com
thumbnail

PKS Tak Bayar? Ya Wajar Media Menghajar

Media Benar , membela yang bayar ! Kalimat itu yang saya ingat ketika mengukuti seminar ilmu komunikasi politik di kampus. Dalam seminar itu saya belajar bagaimana mengenal seorang politisi pembohong dari  tindak tutur. Lebih menarik lagi, pembicaranya nih adalah seorang wartawan juga yang kemudian berhenti  setelah bertahun-tahun menggeluti profesinya sebagai wartawan.  Materi yang disampaikan pun cukup memukau, sentak dia mengatakan kepada mahasiswa “carikan saya di Indonesia Media berita yang Independen?” sambil menunjuk kepada mahasiswa yang berada di depannya. “Tidak ada media berita yang saat ini masih Independen, semuanya di tunggangi oleh politik”. Pembahasan pun berlanjut berjam-jam. Diskusi memanas menusuk ke sum-sum media dengan segala pernak-pernik bahasa dan  kepentingannya.

Dari Seminar ini, saya akhirnya memahami, betapa media berita sama bejatnya sama koruptor. Media berita  dan segala oknum wartawannya yang terlibat juga “penjilat”. Saya juga wartawan salah satu media lokal yang akhirnya keluar dan membangun media sendiri karena tidak ingin terseret dalam kondisi kemunafikan. Oknum Wartawan dalam media laiknya  penjual makanan yang harus  mencari pelanggan untuk memakan menu yang dia sediakan. Terlepas haram atau tidaknya menu yang disajikan, urusan perutlah yang lebih utama. Tak jarang para wartawan idealis segera ditendang dari media yang memiliki orderan besar. Media berita pun tak ingin bangkrut hanya karena idelaisme seorang wartawan.  Hal ini terjadi kepada sala seorang teman wartwan saya yang kerap kali dipanggil Syam Terajana. Ia segera keluar dari media dimana dia bekerja hanya karena diminta untuk mencari pengiklan. Tentu Pengiklan bukan sembarangan, pengiklan yang punya SK begitulah. Karena ia tidak mau melakukan hal itu, akhirnya dia hengkang dari media tersebut.

Dari kekecewaan itulah dia menulis sebuah artikel tanda kekecewaan dengan judul “ Wartawan bukan Pencari Iklan”.  Apa inti dari kejadian ini, media berita benar-benar tidak bisa berlaku adil dan bijaksana dalam pemberitaan. Jika uang pesangan dari si A lebih besar, maka si A akan dibesar-besarkan dan lainnya akan dijatuhkan.  Hal ini pun bukan terjadi di tataran media lokal. Tetapi juga di media nasional lainnya. Saya tak perlu menyebutkan, cukup amati dan idetntifikasi pemilik media itu dan lihat performanya di saat memberitakan.

Saya akan kaitkan dengan media berita dalam pemberitaan politik. Dalam rubrik politik ini, pasien  yang saya angkat terkait Partai yang sedang jadi buah bibir Indonesia. Pasien itu adalah  si PKS.  Silahkan  anda amati keseimbangan pemberitaan dan keberpihakan media di salah satu parpol.  Ketika PKS melakukan sesuatu,oleh media, satu berita tentang  PKS dipecah menjadi 5 sampai 10 angle berita. Hal ini akan terlihat melebih-lebihkan. Tujuannya pun jelas untuk mendapatkan rating tinggi di media lain terutama media online yang butuh page Preview yang banyak untuk mendapatkan peikhlan berkelas juga.

Untuk media Online, Sebagai contoh IdBlognetwork.com  selaku penghubung Instansi dan media publiser memberikan syarat alexa ranking blog anda dibawah 10,000,000 global ranking. Nah, untuk mendapatkan itu, berbagai media online harus memecah angle sebanyak mungkin terhadap topik yang hangat. Benar atau tidak, tidak perduli yang penting dapat pengunjung yang banyak, klik iklan creeettt…dapet bayaran deh…!!

Hal inilah yang disebut oleh Fahri Hamzah sebagai Wartawan yang memakan bangkai saudara sendiri. Wartawan rela menyebar  berita yang sengaja anglenya sudah diorder oleh pihak tertentu kemudian dirasionalisakan menjadi  berita. Hal inilah yang disebut oleh media “Bad news is good news”. Jika demikina kondisi media, maka jangan pernah berharap negeri ini akan keluar dari keterpurukan.

Pernah kah media meliput kekayaan Freeport  yang dikuasai negeri asing. Beranikah media menelusuri latar belakang Freeport untuk di publish di media beritanya agar Rakyat Indonesia tahu. Hal yang terjadi adalah, tulisan mereka yang kritis bahkan menjadi sampah dalam folder media dan tidak diekspos di pemilik media. Karena itulah, para kritikus hanya bersuara di blognya atau web sendiri. Sementara rating media itu masih rendah di mata Indonesia. Akibatnya berita yang seharusnya rakyat Indonesia tahu tidak kesampaian.


Media lebih suka membuka aurat partai lawan dari para sponsornya untuk bisa mendapatakan bayaran. Kasihan juga saya melihat hal ini. Olehnya itu, saya ingin menyampaikan kepada pemilik media, cobalah menjadi agent pendidik masyarakat dengan berita yang mendidik dan benar adanya. Bukan berita yang sengaja dibuat-buat untuk membentuk persepsi masyarakat terhadap hal-hal yang goblok.

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada team kompasiana yang telah membuka media ini. Saya masih percaya kompasiana dalam Indepensi media. Buktinya, hari ini ide saya masih bisa saya sampaikan dengan bebas dan berita apa pun yang saya ingin tuliskan terpublish dengan bebas. Tentu masih dalam koridor tertentu.

Mari kita cerdaskan rakyat dengan media yang sehat dan mendidik. Jangan jual harga diri media dengan menjual menu berita murahan yang ahanya akan merusak idealisme media itu sendiri.

Salam Cinta
Idrus Dama
http://idrus-dama.blogspot.com
thumbnail

Tolak Kenaikan BBM, PKS Difitnah dengan Spanduk Palsu dan Foto Rekayasa

Foto rekayasa yang beredar di Facebook

Di tengah gencarnya sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak kenaikan harga BBM, muncul spanduk palsu bernada provokasi menurunkan SBY-Boediono. Selain itu, di media sosial juga beredar foto rekayasa.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim mengatakan spanduk resmi partai tidak melenceng dari sikap terhadap kenaikan BBM. "Tidak melebar ke isu lain," kata Hakim, Jum’at (7/6).
Foto asli spanduk di depan kantor DPP PKS

Hakim meminta masyarakat hati-hati jika menemukan spanduk PKS yang bernada provokasi. Spanduk yang disebar PKS lebih pada upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait sikap penolakan kenaikan BBM. Jika ada spanduk turunkan SBY pasti bukan dari struktur dan kader PKS.

Sementara itu, foto yang menampilkan spanduk bertuliskan “Ayo Rakyat Gabung dengan PKS, Kita Lawan Rejim SBY Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Siap Keluar dari Koalisi Setan, PKS Sudah Tidak Butuh Jatah Menteri, Rejim SBY Jongos Zionis & Neolib” di depan kantor DPP PKS diketahui sebagai foto hasil rekayasa digital. Spanduk yang asli pada foto tersebut adalah ucapan “Selamat Datang KPK di DPP PKS.” Warga Jakarta yang lewat di depan kantor DPP Jalan TB Simatupang bisa membuktikan bahwa foto spanduk provokasi itu hanya fitnah terhadap PKS. [JJ/Kum/bsb]
thumbnail

Satpol PP Bawahan Jokowi Razia Spanduk `PKS Tolak BBM Naik`


Spanduk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah Jakarta Barat jadi sasaran penertiban Satpol PP, para bawahan Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

Kasatpol PP Jakarta Barat Kadiman Sitinjak beralasan, spanduk milik PKS yang terpampang di berbagai fasilitas umum (fasum) seperti di atas jembatan layang, pagar taman jalur hijau, pagar pembatas jalan tol, pinggir-pinggir jalan tidak memiliki izin dan mengganggu ketertiban dan keindahan kota.

Untuk itu pihaknya sejak Sabtu 2 Juni lalu hingga hari ini, Jumat (7/6/2013) telah menerjunkan jajarannya guna menertibkan spanduk-spanduk tersebut.

“Sudah kami lakukan sejak Sabtu lalu hingga saat ini sedikitnya kami tertibkan sebanyak 500 spanduk. Karena semua spanduk itu tidak memiliki izin pemasangan,” kata Kadiman di Jakarta seperti diberitakan liputan6.com.

Adapun yang sudah ditertibkan, lanjut Kadiman, adalah spanduk yang berada di kolong flyover Pesing, pagar taman jalur hijau di Jalan Daan Mogot, Tubagus Angke, Grogol, Tomang, Slipi, kawasan Glodok, Arjuna Utara dan Selatan, Jalan Panjang, dan Kemanggisan Utama.

“Semua yang terpasang di fasilitas umum yang ada di delapan kecamatan Jakarta Barat sudah kami tertibkan,” tambah Kadiman.

Reaksi PKS

Ketua DPD PKS Jakarta Barat Arkeno mengatakan, pihaknya telah memasang sebanyak 1.700 spanduk penolakan kenaikan harga BBM tersebut di wilayah Jakarta Barat. “Kita sudah memasang 1700 spanduk,” kata Arkeno ketika dihubungi wartawan.

Mengenai penertiban yang dilakukan pihak Satpol PP terhadap 1.700 spanduknya, Arkeno menilai hal tersebut tidak mengganggu keindahan kota. Dan dia menilai pemasangan terhadap spanduk-spanduk itu merupakan hak setiap warga negara.

“Itu hak warga negara dijamin untuk menyuarakan. Kan tidak dilarang walaupun lewat spanduk,” tambah Arkeno.

Arkeno juga menegaskan kepada pihak Satpol PP untuk tidak tebang pilih dalam penertiban spanduk-spanduk yang mengganggu keindahan kota. Menurutnya, jika alasannya menggangu, selain spanduk PKS banyak juga spanduk-spanduk lainnya yang mengganggu keindahan kota yang masih terpasang di sekitar wilayah Jakarta Barat.

“Masalah izin, masalah keadilan, spanduk lain yang lain juga harusnya ditertibkan dong. Tetapi spanduk lain sampai saat ini masih eksis, bahkan lebih dari seminggu spanduk tentang Isra Miraj masih ada dari partai lain,” protes Arkeno.(fimadani)
thumbnail

PKS Ditolak Pesantren, Berita Hoax Dari Detikcom Dengan Santri Abal-abal


Silaturahim presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta di Jawa Timur berlanjut ke Pasuruan. Setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke berbagai pesantren di jawa timur seperti di pesantren tebu ireng Jombang yang didirikan pendiri NU khadrotusyaih KH. Hasyim Asy'ari, Pesantren Bumi Sholawat KH. Ali Mashuri, dan dibeberapa pesantren lainnya. Anis Matta yang ditemani oleh beberapa orang pengurus DPP dan Pengurus DPW PKS Jawa Timur kali ini menginjakkan kaki di pondok pesantren (ponpes) Kramat (Bani Thoyib), Pasuruan.

Anis Matta yang tiba pukul 15,00 disambut oleh arak-arakan santri yang melantunkan shalawat badar dengan diiringi oleh permainan hadrah. Sementara itu, didepan pendopo, Gus Asror dan Gus tayyib selaku pimpinan ponpes Kramat di iringi ratusan santri beserta masyarakat sekitar menyambut kehadiran mantan wakil ketua DPR RI ini dengan suka cita.

Gus Asror, yang juga anggota dewan dari PKS, menerima kedatanganan Anis Matta dan rombongan didalam kediamannya. Gus Asror menyampaikan sangat tersanjung atas kunjungan presiden PKS di Pondoknya. "Kami menyambut baik kedatangan presiden PKS, dan melayaninya sebagaimana seorang tamu," ujar keponakan dari KH Abdul Karim.

Selain itu, Anis Matta juga menyempatkan memberi tausiyah dan berdialog dengan 350 lebih para kiai, tokoh masyarakat dan beberapa kepala desa serta masyarakat sekitar di pendopo rumah Gus Asror. Salah seorang masyarakat yang ikut berdialog menyampaikan, bahwa sejak kenal dengan PKS, dia sudah tidak mau lagi menerima money politik. “Saya dulu memiilih karena ada yang memberi saya uang. Namun saya sadar, bahwa saya sedang dibohongi.” ujarnya.

Kunjungan Anis Matta dalam rangka bersilaturahim dengan para ulama dan tokoh yang ada di Pasuruan ini sempat diwarnai insiden kecil. Saat rombongan meninggalkan pesantren dan mulai memasuki bus, tiba-tiba ada dua orang yang membentangkan tulisan dari papan triplek ( ditulis dengan kapur tulis) yang isinya "pesantren kramat tolak pks".

Awalnya gus asrori tidak mengetahui hal tersebut, tetapi setelah mendapatkan kabar dari para santri, dan setelah mengecek langsung ke lapangan, ternyata dua orang tersebut suruhan salah seorang caleg parpol lain yang merasa terganggu dengan aktivitas PKS di pesantren kramat tersebut.

"Saya heran, kok bisa-bisanya ada orang yang mengatasnamakan pesantren kramat, menolak keberadaan PKS, padahal saya dan kakak saya ( kiai Thoyyib) adalah pemilik sekaligus pengasuh pesantren kramat tersebut, dimana sejak tahun 2007 Pesantren ini telah menjadi basis PKS. Dan saya sendiri adalah anggota DPRD pasuruan dari PKS," tegasnya penuh keheranan. "Saya berdo'a agar orang yang menfitnah pesantren kramat ini mendapat hidayah Allah, bahagia hidupnya dan dicintai Allah SWT", katanya sambil menengadahkan tangan keatas.(suaranews)
thumbnail

Gus Sholah Yakin PKS Mampu Lewati Badai


Rabu 5 Juni 2013,- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid berharap dan meyakini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu melewati persoalan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang membelitnya.

KH Salahuddin Wahid yang disapa Gus Sholah mengatakan hal itu saat membuka acara Silaturahim Presiden PKS bersama Keluarga Besar Pesantren Tebuireng di Jombang, Selasa (4/6) malam.

"Saya sangat yakin PKS mampu melewati 'badai', untuk menjadi besar haruslah melewati ujian dulu" tegas Gus Sholah yang merupakan cucu KH Hasyim Asy'ari, ulama kharismatik yang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). 'Badai' yang dimaksud Gus Sholah tidak lain kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi.

Gus Sholah yang juga adik mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menandaskan, tidak ada alasan bagi PKS untuk larut dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka.

Sementara Presiden PKS Anis Matta menjawab pertanyaan beberapa mahasantri seputar kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi menjelaskan, jajaran partai dakwah ini memandang masalah hukum LHI sebagai ujian yang semakin mengokohkan PKS.

"Persoalan dugaan korupsi itu kami tempatkan sama seperti peselancar menghadapi ombak. Semakin besar ombak semakin asyik bagi kami berselancar. Jadi asyik-asyik aja," ujar Anis, yang dalam silaturahim didampingi Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho serta jajaran pengurus pusat DPP PKS lainnya.

Silaturahim yang diisi diskusi selain diikuti Gus Sholah, juga hadir sekitar 200an kiai muda dan mahasantri Tebuireng. Diskusi berlangsung sekitar dua jam hingga tengah malam.

Sebelumnya, rombongan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS diterima Gus Sholah di kediamannya, yang berada di lingkungan pesantren. Gus Sholah dan keluarga menerima rombongan Anis Matta dalam suasana santai dan akrab.

Anis dan jajaran bersama puluhan jurnalis Surabaya, yang siangnya menonton bersama 'Sang Kiai' --yang menceritakan perjuangan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng KH Hasyim Asy'ari-- membuka obrolan mengenai film sejarah dan dakwah ini.

"Film 'Sang Kiai' memberi kami sebagai generasi muda bangsa pencerahan sejarah yang luar biasa. Film ini sangat berhasil mengungkap sebagian sejarah yang belum diketahui publik, khususnya mengenai perjuangan KH Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia" ulas Anis.

Karenanya, Anis menambahkan, PKS secara khusus menghaturkan terimaksih kepada keluarga besar KH Hasyim Asy'ari yang mengizinkan pembuatan film berlatarbelakang sejarah perjualangan ulama besar tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Anis Matta dan rombongan ditemani langsung Gus Sholah ziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan Gus Gur, juga dalam Pondok Pesantren Tebuireng. Bersama sekitar 150 warga berbagai daerah, yang lebih awal melakukan ziarah, rombongan PKS mengirimkan doa buat ulama dan tokoh besar tersebut.(AS/kabarpks)
thumbnail

Jika LHI Terbukti ‘Bersalah’, Apakah Kami Harus Malu?

Tulisan ini terinspirasi dari percakapan saya dengan orangtua serta teman beberapa hari yang lalu. Berawal dari diskusi tentang gonjang-ganjing berita mengenai kasus yang menimpa PKS akhir-akhir ini, yang mereka dengar dan saksikan lewat media (terutama TV). Karena mereka tahu bahwa saya adalah kader  PKS, maka mereka pun  menanyakan kebenaran berita (isu) itu kepada saya. Dan saya menjawab,

“Belum tentu benar. Semua masih dalam proses hukum…” Lalu mereka bertanya lagi, “Jika nanti LHI terbukti bersalah, bagaimana…? PKS khan partai dakwah, masa’ kamu gak malu…?” Sejenak saya terdiam. Tidak tahu harus berbicara apa. Tak bisa saya pungkiri, bahwa ada kebingungan dan kegalauan dalam hati saya ketika itu. Tapi sebagai kader PKS, tentu saja saya tak mau menampakkannya di depan siapa pun juga. Saya harus bisa menyimpannya rapat-rapat jauh di dalam lubuk hati saya.

Berhari-hari pertanyaan ini singgah dan mengusik pikiran saya. Berhari-hari pula saya berusaha mencari jawabnya. Jawaban yang pas buat orangtua dan teman saya, juga jawaban buat diri saya sendiri. Iya ya…kalau seandainya Ustadz LHI terbukti bersalah, sudah pasti saya akan malu sekali. Terus saya harus gimana? Sikap apa yang harus saya tunjukkan kepada orangtua, teman, saudara, tetangga dan orang-orang di sekitar saya? Apakah saya harus terus membela partai saya ini? Apakah saya akan terus berada di sini? Begitu banyak pertanyaan yang menggayuti benak saya. Sampai akhirnya saya merasa telah menemukan “jawaban”nya yang saya tuangkan dalam tulisan ini.

Sejujurnya, pertanyaan ini pun mungkin pernah diajukan kepada kader PKS yang lainnya. Dan saya yakin, jika perasaan bingung (galau) seperti saya ini juga pernah bahkan sering mengganggu tidur mereka.  Hal yang sangat wajar saya rasa, karena sebagai bagian dari PKS, tentu saja kami tak bisa mengelak dari semua rasa itu. Walaupun terasa berat memang untuk menetralisir hati yang sedang gundah. Akan tetapi, inilah yang harus kami lakukan agar tetap mampu mengangkat muka serta berdiri tegak di tengah-tengah terpaan badai yang datang bertubi-tubi.

Wahai saudaraku, kasus yang menimpa Ustadz LHI memang masih berjalan dalam proses persidangan. Kita sama-sama tidak tahu bagaimana akhir dari drama sapi ini. Tapi yang jelas akan ada dua kemungkinan, yaitu Ustadz LHI dinyatakan bersalah atau justru sebaliknya, palu hakim berpihak kepada Ustadz LHI dan beliau dibebaskan. Jika kemungkinan kedua yang terjadi, maka memang inilah yang sangat kita harapkan. Tak ada kata yang pantas kita ucapkan selain syukur  alhamdulillah. Namun jika dalam persidangan nanti Ustadz LHI terbukti “bersalah” melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dituduhkan oleh KPK, barangkali inilah sikap/langkah yang pantas dan sebaiknya kita ambil atau lakukan :

Yang pertama adalah istighfar.

Kita semua tentu masih ingat apa yang diserukan oleh Ustadz Anis Matta dalam pidato perdananya, sesaat setelah beliau diangkat menjadi Presiden PKS (1/2/2013) menggantikan Ustadz LHI, yang ditangkap oleh KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap impor daging sapi akhir Januari lalu. Ustadz Anis Matta mengajak semua kader PKS untuk melakukan istighfar (taubat nasional). Menurut Ust. Anis Matta, istighfar tak cuma diucapkan ketika kita berbuat salah. Tetapi juga ketika kita usai melakukan suatu perbuatan baik, seperti shalat misalnya. Dalam hal ini Rasulullah saw. juga telah mengajarkan kepada kita untuk selalu beristighfar sebanyak 70x dalam setiap harinya.  Dan sebagai manusia biasa yang  tak pernah lepas dari khilaf dan salah, istighfar ini harus menjadi “makanan” kita sehari-hari. Dan dalam konteks prahara PKS yang sedang kita hadapi saat ini, kita harus ingat bahwa semua ini merupakan takdir Allah SWT. Ini adalah “teguran” sekaligus ujian dari Allah kepada kita. Kita mohon ampunan-NYA dan kita kembalikan semua urusan hanya kepada Allah semata, karena DIA-lah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Di balik semua kejadian pasti ada hikmahnya…

Yang kedua adalah luruskan niat.

Saya, dan juga semua kader PKS tentu takkan pernah lupa bagaimana dulu kita berjuang untuk masuk ke dalam jamaah ini. Tak pernah sedikit pun terpikirkan oleh kita, bila suatu saat nanti kita akan menaiki gerbong dakwah yang bernama PKS ini. Mengapa demikian? Ya…karena niat kita kala itu semata-mata karena  LILLAHI TA’ALA. Betapa saya masih ingat, kalau mau pergi liqo harus turun-naik mobil berapa kali, kadang-kadang malah harus menginap di rumah sang Murabbi, guna mencari dan mempelajari ilmu agama sebagai bekal kita di yaumil akhir kelak. Kita tak pernah berharap apa-apa dari semua itu. Dan ketika sekarang kita (PKS) dihadapkan kepada ujian ini, niat yang lurus ini tidak boleh berubah. Harus tetap  terjaga sampai kapan pun juga. Karena tujuan kita bukanlah ingin mencari kekuasaan, popularitas, materi dan lain sebagainya. Namun karena ingin mencari ridha Allah SWT. Partai hanyalah merupakan sebuah wasilah/sarana/wadah kita untuk berbuat, menyebarkan amar ma’ruf nahi munkar. Ada atau tidak adanya PKS, kita harus tetap melakukan amal shalih dan berdakwah, sehingga cita-cita mulia untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil’alamin akan bisa tercapai…

Yang ketiga adalah rapatkan barisan.

Tak bisa dihindari memang bahwa badai yang menimpa PKS ini telah membuat kita terpuruk, semangat para kader pun melemah serta membuat retak nya bangunan ukhuwah di antara kader serta merenggangnya barisan dalam dakwah ini. Menurut saya ini lumrah saja, karena siapa pun orangnya pasti akan mengalami hal yang sama. Namun ini tak boleh berlarut-larut, kita harus keluar dari kesedihan dan kekecewaan yang dalam ini. Sebab bila ini terjadi, maka para musuh kita akan bertepuk tangan dan bersorak kegirangan. Karena memang inilah yang mereka harapkan, menghancurkan kita dari dalam. Dan inilah yang harus disadari oleh seluruh kader PKS. Kita mesti segera bangkit, kembali merapatkan barisan, menyatukan hati dan langkah. Bukankah Ali bin Abi Thalib ra. telah mengingatkan kita, bahwa “kebatilan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”. Dan dalam kehidupan kita sehari-hari pun kita sudah seringkali mendengar pepatah : “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Jadi bagaimanapun kondisi PKS ke depannya, kita akan tetap dan selalu berada dalam barisan dakwah ini…!!!

Yang keempat adalah memaafkan.

Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan diri kita. Tak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang steril atau terbebas dari kesalahan. Karena memang pada dasarnya manusia itu adalah ladang/tempatnya dosa, sebagaimana juga dengan Ustadz LHI. Apabila memang nanti beliau divonis “bersalah”, maka  sebagai kader tugas kita adalah memaafkan. Karena sesungguhnya Allah SWT juga Maha Pengampun dan Penyayang. Berlaku adil dan berlapang dada itulah yang terbaik. Jangan ada marah apalagi dendam di dalam hati kita. Di sini kita tidak mengenal istilah “gara-gara nila setitik, maka rusak susu sebelanga”. Sebab menurut saya, “susu” itu masih bisa dibersihkan. Masih bisa memberikan manfaat untuk orang banyak. Caranya adalah dengan tetap merangkul, terus menanamkan sikap ikhtiram (hormat) dan husnudzon kepada Ustadz LHI. Karena biar bagaimanapun beliau sudah memberikan yang terbaik untuk dakwah ini, sumbangsih/jasa beliau tidak bisa kita lupakan begitu saja. Kita harus senantiasa mendoakan beliau. Apapun yang terjadi, Ustadz LHI akan tetap menjadi “bagian” dari kita. Insya Allah…

Wallahu a’lam bishshawab… (sbb/dakwatuna)


thumbnail

Kemarahan Hatta Rajasa dan Secarik Surat Importir Daging | Asal Muasal Kasus Indoguna?

Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa marah besar 26 November 2012. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini geram dengan harga daging sapi yang terus melonjak dan langka di pasaran. Seketika itu pula Hatta memanggil Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian, Syukur Iwantoro.

Inilah ikwal awal perlunya penambahan kuota impor daging sapi yang kemudian menjadi perkara korupsi. Kemarahan Hatta itu, sampai di telinga Komisaris PR Radina Niaga Mulya, Elda Devianne Adiningrat yang biasa dipanggil Bunda. Informasi itu kemudian disampaikan oleh Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

Atas saran Elda, Maria kemudian meminta Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendy mengirim surat kepada Hatta. Menggunakan kop surat Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (ASPIDI), surat yang ditandatangani Juard tersebut, meminta Hatta menambah kuota impor daging sapi.

Informasi yang dihimpun tim Aktual.co menyebutkan salinan surat itu diberikan kepada kolega Hatta yakni Ketua DPP KNPI Arif Rahman yang juga dekat dengan Elda. Atas saran Arif kemudian tersebut nama politisi PAN Alimin Abdullah. Anggota Komisi VII Bidang Energi ini disebut Arif dapat membantu mengurus penambahan kuota daging sapi di Menko Ekuin.

Pukul 06.00 pagi, 15 Januari 2013, Arief Rahman menyerahkan salinan surat ASPIDI kepada Hatta. Surat ini kemudian yang menjadi alasan Hatta menambah kuota impor daging sapi tahun 2013. Elda menyebutkan rencana penambahan kuota itu akan di back up Alimin.

Kepada Aktual.co awal pekan lalu Alimin membantah hal tersebut.

"Tidak benar itu. Saya tidak penah ngomong impor daging dengan Pak Hatta. Saya di komisi berapa kan anda tahu, tidak ada kaitannya," ujarnya lagi.

Pagi ini Hatta yang dikonfirmasi wartawan Aktual.co, Arnold Sirait menegaskan, dirinya siap dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika benar dirinya memerintahkan Alimin untuk mem back up rencana penambahan impor daging sapi tahun 2013.

"Menyuruh Alimin Abdullah apa urusan saya? Tidak betul, Alimin Abdullah itu komisi apa? Ngawur itu, isu dari mana? Ngawur itu, laporkan KPK kalau ada," ujarnya.

*http://m.aktual.co/hukum/125714kemarahan-hatta-rajasa-dan-secarik-surat-importir-daging
thumbnail

Sepucuk Surat LHI di Suatu Pagi untuk Putrinya Tercinta


Ananda Qaanita yang ayah sayangi,
Assalamualaikum Wr. Wb

Kalau dalam surat ayah sebelumnya ada cerita tentang ayah yang bermimpi bertemu mama dalam suasana bahagia,rabu pagi tadi setelah solat malam dan solat subuh, ayah tidur lagi (padahal janjian olah raga bareng) dalam mimpi pagi di hari rabu ayah melihat ketabahan dan kesabaran mama menanti ayah yang sedang menjalankan banyak pekerjaan dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil entah siapa mereka, abang dan anit yang masih kecil kah atau anit dan najiah yang masih bayi … Meskipun nampak letih dan lelah juga bĂȘte tapi wajahnya yang imut-imut memancarkan ketabahan dan kesabaran dalam penantian… menanti ayah membantu meringankan tugas-tugas yang sedang ia jalankan… suasanannya seperti di Eropa atau mungkin di sebuah guest house di Islam abad…

Perjalanan hidup mamamu spectacular, tidak ada satu ikhwahpun di Indonesia ini yang pernah mengalami apa yang pernah di jalani mamamu dia adalah wanita baja di hadapan terpaan ujian rintangan dan terpaan selain beribu penderitaan hidup sedikitpun dia tak pernah mengeluh saat kesulitan melanda, dan dia juga tidak pernah bangga saat banyak kemudahan yang terbentang dalam kehidupannya… kesabaran yang begitu dalam saat menanti berbagai uraian dari rangkaian perjalanan panjang yang spektakuler, tragedi2 kehidupan yang tidak pernah dia bayangkan bahkan tidak pernah muncul dalam mimipi-mimpinya saat beliau ayah nikahi di tahun 1984 Januari 11, kadang tiba juga uraian latar belakang dan tujuan dari ribuan tanda tanyannya yang ada di benaknya, walau hanya sedikit, walau tidak segitu gamblang walau masih banyak yang belum ia dapat…

Tapi mamamu selalu menganalisannya sendiri, menemukan jawabannya sendiri dan menentramkan jiwanya sendiri dari rasa penasaran dalam mendampingi perjalan panjang ayah sejak tahun 1989 di luar negri
Mamamu selalu siap melangkah membawa badannya yang imut-imut dengan menggendong putra-putrinnya yang selalu ceria untuk mengikuti ayah berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain bahkan dari satu Negara ke Negara lain…

Belum lagi antara 1984- 1989 dari suatu lingkungan keluarga yang ramah ke keluarga yang tidak memiliki keramahan dalam memperlakukan mama dia hanya diam tersenyum pahit sambil nyubit-nyubitin ayah, kadang sambil cemberut lalu menggigit-gigit ayah untung bibirnya tipis, jadi ayah bisa nahan rasa sakit
Mamamu adalah teladanmu, dalam hal kesabaran, mamamu adalah maha gurumu dalam hal ketabahan, mamamu adalah panutanmu dalam hal keuletan….katakan kalimat-kalimat ini pada saudara-saudari anit… Kreasi dan inovasinya tidak pernah pudar dalam berbagai situasi yang harus dia hadapi, untuk memecahkan kebekuan suasana, untuk mencairkan gunung es kejenuhan tatkala ayah sedang jauh dari sisinya…

Putra putrinnya menjadi muara nilai-nilai dan mutiara hikmah yang dia peroleh dalam tafakurnya memahami jalan hidupnya, mendampingi suami, berjuang bersama suami, membekali kebutuhan perjuangan suami… hingga tahun-tahun terakhir ini sebelum ia memunculkan kreasi dan inovasi baru yang tidak sepenuhnya mengagumkan ayah dan tidak seluruhnya melegakan ayah yaitu sejak ayah masuk dunia politik.
Padahal air politik adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dari mata rantai perjalanan dan perjuangan ayah sejak sebelum menikah hingga menikah, hingga punya anak banyak… hingga ayah di kuburkan… siapapun yang nanti mati duluan… itulah nit mengapa ayah begitu mencintai mamamu lihatlah tak satupun saudari-saudarimu yang tidak mewarisi sifat-sifat mamamu, walau mereka ada yang secara expresi menyuarakan pandangan dan pikirannya pada ayah secara lantang tapi itu hanya expresi setiap dari kepribadiannya, mereka tidak selalu menyertai expresinnya tapi menyertai kepribadian yang di tumpahkan mamamu…

Inilah mamamu di mata ayah anit dan itulah mamamu di hati dan kehidupan ayah nit… ayahpun berkerap, berharap, dan berdoa… begitulah pula putra putri ayah bagi pasangan hidupnya masing-masing nanti dalam menghadapi terpaan dan ujian di sepanjang Jalan Allah SWT saat ini dan nanti…
LHI
Sumber: http://rumahkeluarga-indonesia.com/
thumbnail

Mengapa Rasul Memerintahkan Padamkan Lampu Di Malam Hari

RASUL  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk memadamkan lampu-lampu di malam hari (ketika hendak tidur), dan setelah beberapa tahun dilakukan pengkajian ilmiah modern tentang efek cahaya terhadap manusia dan lingkungannya, maka kajian itu mengatakan:” SUngguh benar Nabinya kaum kaum Muslimin.” Maka mematikan lampu di malam hari adalah salah satu bentuk mukjizat ilmiah Nabawiyah yang melindungi manusia dan lingkungannya dan pencemaran cahaya, yang muncul disebabkan cahaya yang berlebih, yang mengenai tubuh seseorang di malam hari.
Hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Tentang Masalah Ini

Nabi kita yang tercinta, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kita tentang bahaya lampu, apabila kita membiarkannya menyala ketika kita tidur. Dan peringatan dari Nabi tersebut terdapat dalam banyak riwayat, di antaranya ada yang disebutkan alasan dari peringatan tersebut, yaitu khawatir terjadi kebakaran, dan sebagiannya lagi tidak disebutkan alasan dari perintah memadamkan lampu di malam hari, agar perintah tersebut berlaku umum, dan sebagai bentuk kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seluruh makhluk di setiap tempat dan zaman. Di antara hadits-hadts tersebut adalah sebagai berikut:

Riwayat-riwayat yang disebutkan di dalamnya alasan untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur di malam hari.

1. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pada suatu malam terjadi kebakaran di salah satu rumah penduduk di Madinah (ketika penghuninya tertidur). Lalu hal itu diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:” Sesungguhnya api ini adalah musuh kalian, karena itu apabila kalian hendak tidur, maka padamkanlah ia lebih dahulu.” (HR. al-Bukhari)

2. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat air kalian, pintu rumah kalian, dan matikanlah lampu-lampu kalian, karena bisa jadi tikus akan menarik sumbu lampu sehingga mengakibatkan kebakaran yang menimpa para penghuni rumah.” (HR. al-Bukhari)

3. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minuman, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka ikatan tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tak mendapatkan penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong batang kayu kecil di atas bejananya dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Karena tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. Muslim)

4. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian pintu rumah, ikatlah kantong air tempat minuman, tutuplah bejana-bejana, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka pintu terturup, melepas ikatan tempat minum, dan membuka bejana. Dan
sesungguhnya tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. imam Malik dalam al-Muwatha’ dan at-Tirmidzi dalam Sunan-nya dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahumullah)

Dan masih ada lagi beberapa riwayat yang lain.

Riwayat-riwayat yang tidak disebutkan di dalamnya alasan untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur di malam hari.

1. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari)

2. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Apabila malam telah datang (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kalian (dari keluar rumah), karena setan bertebaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu ‘Isya biarkanlah mereka, tutuplah pintumu, dan matikanlah lampu serta sebutlah nama Allah (mengucapkan bismillah pen)…” (HR. Al-Bukhari)

Penjelasan Hadits

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam Fathul Bari, menukil perkataan dari imam al-Qurthubi rahimahullah:” Perintah dan larangan dalam hadits ini adalah bentuk bimbingan (pengarahan).” Beliau mengatakan:’ Dan mungkin juga bermakna anjuran (sunnah)’ Dan imam Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa hal itu adalah sebagai bimbingan, karena hal itu adalah untuk kemaslahatan duniawi.’ Namun dikomentari bahwasanya hal itu terkadang dapat mendatangkan maslahat secara agama, yaitu penjagaan terhadap jiwa yang haram untuk dibunuh, dan penjagaan terhadap harta yang diharamkan untuk dihambur-hamburkan.

Dalam hadits-hadits ini disebutkan bahwa seseorang jika tidur seorang diri, dan di dalam rumhanya ada api, maka wajib bagi dia untuk memadamkannya sebelum tidur, atau melakukan sesuatu yang membuatnya aman dari kebakaran. Demikian juga kalau di dalam rumah ada sekelompok orang, maka wajib atas sebagaian mereka (memadamkannya), dan yang paling berkewajiban adalah yang paling terakhir tidur.”

Pandangan Ilmuwan Modern

Para ilmuwan saat ini berbicara tentang polusi cahaya pada malam hari, serta berbicara tentang bahaya terkena cahaya yang berlebih, terutama saat tidur.

Sebuah riset ilmiyah terbaru menegaskan bahwa tetap menyalanya lampu pada saat tidur akan mempengaruhi proses biologis yang ada di dalam otak manusia, dan hal tersebut akan menyebabkan gangguan-gangguan yang mengakibatkan kegemukan. Oleh karena itu para ilmuwan berpesan agar kita senantiasa mematikan lampu pada malam hari dalam rangka memelihara kesehatan tubuh dan otak. Dan Subhanallah, pesan yang baru diketahui oleh para ilmuwan pada abad 21, telah disampaikan sebelumnya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sejak 14 abad yang lalu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahih: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari) (zilzaal)
thumbnail

Penjual Mie Ayam pun tak mau tertinggal "membesarkan" PKS

Sejak kasus LHI mencuat di Media, belakang pemberitaan mengenai PKS sangat gencar di lakukan oleh media-media, baik media cetak maupun media elektronik, yang keseluruhan hampir tidak ada yang bernilai positif.

Tak terkecuali pemberitaan tentang aliran dana yang masuk ke PKS, hal ini yang membuat kader-kader PKS merasa miris tentang semua pemberitaan yang ada.

Bang Malik yang berprofesi sebagai pedagang mie ayam menyayangkan media-media yang membuat berita yang mungkin terlalu berlebihan tentang berita aliran dana yang masuk ke PKS.

“Saya mah gak terlalu ambil pusing tentang semua berita itu, yang jelas kami di PKS selalu di himbau untuk menyisihkan sedikit penghasilan kami kepada partai setiap bulan” Ujarnya.

Bahkan dirinya selalu mendapat laporan berupa kartu iuran bulanan dari Partai, mengenai besarnya sumbangan itu diserahkan kepada kemampuan kader masing-masing.

“Hampir seluruh kader di daerah saya juga melakukan hal yang sama, saya kira juga wajar apa yang dilakukan wakil-wakil kami yang ada di DPR pusat maupun daerah yang langsung memberikan sebagian gajinya kepada Partai, ini adalah bentuk kontribusi kami kepada Partai,” tambahnya

Mendapat Pelatihan wirausaha

Sebelum berdagang mie ayam dirinya mengaku tidak memiliki pekerjaan yang tetap, mulai dari kurir sebuah proyek sampai pengantar surat tagihan provider, pernah di jalaninya.

Sampai pada suatu hari, bersama teman-temannya “mengaji” membuat sebuah program pelatihan tentang kewirausahaan. Dari pelatihan inilah dirinya mendapatkan pengetahuan tentang usaha mie ayam.

“Saya langsung di ajarkan oleh kader juga yang telah memiliki pengalaman membuka usaha mie ayam, tanpa membayar sepeserpun karena keikhlasan sang pengajar tersebut”, ucap bapak empat orang anak ini.

Setelah merasa mampu untuk membuka usaha sendiri, bang malik langsung memutuskan untuk memulai usahanya.

“Alhamdulillah berkat Rahmat Allah, serta dukungan dari teman-teman sepengajian usaha ini bisa berjalan, sedikit demi sedikit ekonomi mulai membaik,” imbuhnya.

Bang Malik adalah Kader PKS Kembangan Utara, sekarang dirinya diamanahi untuk menjadi pengurus BPH DPRa Kembangan Utara, Jakarta Barat. Ia adalah salah satu contoh kader dari ratusan ribu kader PKS yang kontribusinya menjadikan PKS semakin besar.(pkspiyungan)
thumbnail

Anis: PKS Harus Jadi Nomor 1 di Pemilu 2014


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, menargetkan partainya untuk dapat meraih posisi teratas pada Pemilu 2014. Saat ini, PKS terus melakukan konsolidasi internal untuk mewujudkan target tersebut.

"Misi kita pada 2014 harus nomor satu," kata Anis saat acara pembekalan 1.864 calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Mepro Convention Hall, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2013).

Untuk mewujudkan target itu, Anis meminta semua kader bekerja keras. Bahkan kader yang jadi kepala daerah diminta bisa memberi kontribusi signifikan untuk pemenangan PKS. "Untuk yang jadi gubernur, minimal raihan suaranya sama dengan hasil pilgub," pinta Anis.

Pada acara pembekalan itu, Anis menyuntik semangat para kadernya untuk memperbaiki negeri ini. "Kalau kita ingin menciptakan perubahan hakiki adalah dengan melakukan rekonstruksi pemikiran. Kita Insya Allah layak melakukan pekerjaan itu, karena sejak awal (PKS) ini organisasi dakwah dan politik bagian ekspansi yang kita lakukan," kata Anis.

Anis berpesan agar, caleg harus jadi desainer untuk kemenangannya sendiri dan partai pada pemilu nanti. “Caleg harus bisa jadi penakluk untuk masalah besar dan kecil di negeri ini. Kita harus punya mindset eksperimen, jangan takut gagal. Kalau gagal, evaluasi," katanya.(okezone)